Pemerintah AS 'Melunak' Buka Peluang Bisnis dengan Huawei

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 12:22 WIB
Pemerintah AS 'Melunak' Buka Peluang Bisnis dengan Huawei Ilustrasi. (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Trump dikabarkan tengah meredam situasi yang cukup panas dengan Huawei Technologies. Pasalnya, Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah membuka kesempatan bagi Huawei untuk membeli barang buatan Amerika guna menjaga jaringan yang ada dan menyediakan pembaruan perangkat lunak untuk handset Huawei.

Namun, perusahaan teknologi raksasa asal China itu masih dilarang untuk membeli suku cadang dari Amerika untuk memproduksi produk baru tanpa persetujuan lisensi yang dikeluarkan pemerintah AS.

Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa langkah terbaru yang dilakukan pihaknya ini untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah operator telekomunikasi yang 'masih' bergantung dengan peralatan Huawei agar segera membuat opsi yang lain.


"Singkatnya, lisensi ini akan memungkinkan operasi untuk terus berlanjut untuk pengguna telepon seluler Huawei yang ada dan jaringan broadband," kata Ross, Senin (20/5) dikutip Reuters.
Menanggapi hal tersebut, Pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan langkah penangguhan hukuman sementara yang dilakukan pemerintah AS tidak menimbulkan efek yang berarti bagi perusahaan dan ia menilai Trump dan jajarannya telah menganggap 'remeh' Huawei.

"Tindakan pemerintah AS saat ini meremehkan kemampuan kami," ujar Zhengfei.

Lebih lanjut kata Zhengfei, perusahaannya mampu membuat chip sendiri meskipun bukan berarti Huawei akan berhenti membeli chip dari Amerika. Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS mengatakan akan mengevaluasi lebih lanjut apakah akan memperpanjang penangguhan hukuman ini di atas 90 hari.

Pekan lalu, pemerintah AS menambahkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan. Mereka segera memberlakukan pembatasan yang akan membuat Huawei sulit untuk melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS.
Alphabet Inc, induk perusahaan dari Google pun secara terang-terangan telah menangguhkan bisnis dengan Huawei yang membutuhkan transfer perangkat keras, perangkat lunak dan layanan teknis lainnya.

Langkah yang dilakukan Google itu sangat berdampak bagi para pengguna ponsel pintar Huawei karena mereka akan kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Selain itu, pengguna juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store, Gmail, dan Youtube.

Tak hanya Google, dua perusahaan chip terbesar di dunia yaitu Intel dan Qualcomm pun dikabarkan bakal segera berhenti memasok produk chip ke Huawei. Intel sendiri memberikan Huawei sebuah chip server dan prosesor untuk jajaran laptop sedangkan Qualcomm memasok sebuah modem. (din/age)