India Hendak Dirikan Stasiun Antariksa 'Mini' pada 2022

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 10:25 WIB
India Hendak Dirikan Stasiun Antariksa 'Mini' pada 2022 Ilustrasi astronaut di ruang angkasa. (Foto: Reuters/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- India berencana membangun stasiun antariksa versi 'mini' dalam kurun tiga tahun kedepan. Kepala Organisasi Riset Luar Angkasa India (ISRO) K. Sivan menuturkan kemunculan stasiun antariksa ini merupakan upaya untuk mendukung peluncuran misi luar angkasa yang dijadwalkan meluncur pada 2022.

Sivan mengatakan stasiun antariksa India nantinya tidak sebesar stasiun antariksa internasional (ISS).

ISRO menyebut stasiun ruang angkasanya itu dibuat untuk bisa dipakai selama bertahun-tahun dan dilengkapi dengan fasilitas eksperimen dan bertahan hidup untuk astronaut.


"Stasiun antariksa kami nantinya berukuran sangat kecil.. tapi bermanfaat untuk membawa material eksperimen," ungkap Sivan.

Selain untuk 'hunian sementara', stasiun ruang angkasa ini juga akan digunakan untuk kebutuhan penelitian yang didukung oleh sejumlah perlengkapan khusus. Sivan mengungkapkan alasan membuat stasiun antariksa berukuran kecil lantaran bukan ditujukan untuk kebutuhan

"Kami tidak memiliki rencana besar untuk mengirim manusia untuk kebutuhan wisata atau keperluan lainnya," ucap Sivan seperti dilansir AFP.

Rencana membangun stasiun ruang angkasa sejalan dengan misi luar angkasa perdana India, Gaganyaan yang rencananya akan diluncurkan pada 2022. Rencananya dua hingga tiga astronaut akan menjalani misi selama maksimal tujuh hari menjelajah ruang angkasa.

Sebelumnya India sukses merampungkan peluncuran misi ke bulan pertamanya pada 2008 lalu. Dalam misi tersebut, India berhasil menemukan adanya molekul air di bulan.

Jelang misi 2022 mendatang, India berencana meluncurkan misi berikutnya pada 15 Juli dan ditargetkan mendarat di permukaan bulan pada 6 September mendatang. ISRO juga menargetkan misi untuk mempelajari matahari pada 2020 dan peluncuran ke Venus pada 2023.

India terhitung sukses menjadi pencetus penjalanan misi antariksa dengan biaya 'murah' dalam beberapa tahun terakhir. Saat mengirim misi ke Mars pada 2014 lalu, ISRO hanya menghabiskan US$74 juta atau jauh lebih kecil dibandingkan NASA yang merogoh kocek US$671 juta.

[Gambas:Video CNN] (AFP/evn)