Peluncuran Ponsel Lipat Huawei Molor Diduga Imbas Tekanan AS

din, CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 12:24 WIB
Peluncuran Ponsel Lipat Huawei Molor Diduga Imbas Tekanan AS Ponsel lipat pertama Huawei dijuluki Mate X. (Foto: REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei memutuskan untuk menunda peluncuran ponsel lipat pertamanya yakni Mate X secara global, hari ini, Jumat (14/6). Juru Bicara perusahaan mengatakan bahwa telah menjadwalkan ulang peluncuran Mate X, yaitu pada September 2019.

Tersiar kabar bahwa penundaan peluncuran Huawei Mate X berteknologi 5G ini akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang berakibat pada pembatasan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika untuk menjual komponen, perangkat lunak, dan teknologi lainnya ke Huawei.

Faktor lain yang menyebabkan penundaan peluncuran usai sejumlah masalah yang menimpa layar Samsung Galaxy Fold pada April lalu. Huawei pun lebih berhati-hati untuk meluncurkan Mate X.


"Kami tidak ingin meluncurkan produk yang dapat menghancurkan reputasi Anda," terang Juru Bicara Huawe, mengutip CNBC, Jumat (14/6).

Meskipun Google telah menarik sistem operasi Android untuk semua perangkat Huawei tetapi perusahaan memastikan bahwa ponsel layar lipat Mate X akan tetap menjalankan sistem operasi Android karena diluncurkan sebelum Huawei masuk ke dalam daftar hitam perdagangan ekspor AS.

"Kami tidak ingin menggunakan sistem operasi kami sendiri, kami masih sangat menyukai kerja sama dengan Google dalam beberapa tahun terakhir," jelas Juru Bicara Huawei.

"Namun jika kita dipaksa untuk melakukannya sendiri [menggunakan sistem operasi Huawei], kita siap. Kita bisa melakukannya dalam enam hingga sembilan bulan ke depan."

Dilansir The Verge, Huawei Mate X pertama kali diperkenalkan di Mobil World Center 2019 Barcelona, Spanyol pada Februari lalu. Ponsel lipat anyar milik Huawei ini memiliki panel OLED 8 inci tunggal, kapasitas memori RAM sebesar 8GB, tiga kamera dan didukung jaringan 5G. Mate X dibanderol dengan harga US$2.600.

Sebelumnya, Samsung batal merilis Galaxy Fold ke publik pada 26 April lalu. Penundaan ini dilakukan usai banyaknya laporan yang menerangkan kekurangan pada layar lipat ponsel itu saat dicoba oleh media dan para pembeli pertama Galaxy Fold.

Berbagai keluhan terkait ponsel mulai dari minimnya peringatan untuk tidak mencabut lapisan pelindung layar, rusaknya perangkat setelah beberapa hari penggunaan normal, hingga munculnya tonjolan di lipatan layar. (din/mik)