Survei yang diadakan oleh UCSI Poll Research Center menunjukkan 40 persen lebih responden ragu-ragu untuk beralih ke OS Hongmeng.
UCSI Poll Research Center melakukan survei kepada 701 orang di China, Indonesia, Thailand dan Malaysia. CEO UCSI Poll Reseach Center Noppadon Kannika mengatakan para responden kemungkinan tidak akan beralih ke Hongmeng yang disebut-sebut menggantikan Os Android,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisa responden masih bingung apakah ingin menggunakan Hongmeng atau tidak. Survei dilakukan dari tanggal 1 hingga 15 Juni untuk menentukan pendapat konsumen tentang OS Hongmeng yang belum diumumkan.
Selain itu, 39,5 persen responden berasal dari generasi X, 26,7 persen adalah generasi Y, 20,3 persen adalah generasi Z dan 13,5 persen adalah baby boomer dan lainnya.
Ponsel yang menggunakan sistem operasi Hongmeng dikabarkan bakal merambah pasar ke sembilan negara termasuk di benua Eropa seperti Peru, Kamboja, Kanada, Korea Selatan dan Selandia Baru.
Huawei diketahui akan mendaftarkan hak paten Hongmeng ke negara-negara tersebut setelah AS memasukkan China ke dalam daftar hitam ekspor perdagangan AS. (jnp/eks)