Israel Setop Misi Pendaratan Kedua ke Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 09:00 WIB
Israel Setop Misi Pendaratan Kedua ke Bulan Misi pendaratan Israel ke bulan. (Foto: handout by SpaceIL and Israel Aerospace Industries)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan nirlaba Israel, SpaecIL mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan rencana kedua untuk misi pendaratan ke Bulan.

Keputusan ini ditempuh disinyalir setelah tragedi kecelakaan pada pendaratan Beresheet, wahana antariksa Israel pertama yang dikirim untuk mendarat di Bulan.

Melalui akun Twitter @TeamSpaceIL diumumkan jika Israel tidak akan pergi ke bulan. SpaceIL menganggap misi perdana Beresheet telah berhasil memecahkan rekor.




Alih-alih fokus menyiapkan misi kedua untuk pendaratan di Bulan, SpaceIL mengatakan Beresheet 2.0 akan disiapkan untuk tujuan penting lainnya.

Sebelumnya presiden SpaceIL Moris Kahn mengatakan bahwa para pemangku jabatan di balik peluncuran Beresheet akan melakukan pertemuan untuk mencari pendoron baru untuk menjalankan misi pendaratan kedua di permukaan Bulan.

Misi perdana pesawat ruang angkasa Israil meluncur pada 22 Februari 2019 dan sempat mengirimkan foto selfie perdana dengan Bumi sebagai latar belakangnya. Namun Beresheet gagal menyentuh permukaan bulan lantaran mengalami kerusakaan mesin pada menit terakhir pendaratan.

"Menurut penyelidikan awal dari manuver pendaratan pesawat ruang angkasa Israel Beresheet, tampak bahwa perintah manual dimasukkan ke dalam komputer pesawat. Hal itu menyebabkan mesin utama dimatikan," kata SpaceIL dikutip The Verge.

Beresheet merupakan misi perdana Israel yang diinisiasi oleh SpaceIL dan Israel Aerospace Industries (IAI) yang menghabiskan dana sekitar US$100 juta.

Pesawat tanpa awak seberat 585 kilogram ini menjadi misi pendaratan perdana yang dilakukan oleh organisasi swasta dan menelan biaya termurah dibandingkan misi serupa yang dilakukan negara lain seperti AS, China, dan India.

[Gambas:Video CNN] (din)