Cara Cek IMEI di 'HP' Samsung, Xiaomi, dan iPhone

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 07:41 WIB
Berikut cara untuk mengecek IMEI di handphone Samsung, Xiaomi, dan iPhone. Ilustrasi (Dok. Xiaomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cara untuk mengecek nomor IMEI di perangkat ponsel bermerek Samsung, Xiaomi, dan iPhone sedikit berbeda satu sama lain. Perbedaan ini ditemukan jika pengguna melakukan pengecekan lewat menu Pengaturan atau Setting.

Namun, secara umum IMEI ponsel sebenarnya bisa dilihat pada bagian luar kotak dus perangkat. Biasanya penjual menerakan stiker yang berisi nomor IMEI.

Cara lain adalah dengan menggunakan kode USSD dengan menekan *#06# di menu telepon. Biasanya tanpa menekan tombol panggilan, nomor IMEI akan langsung muncul. Pada ponsel dengan SIM ganda, akan muncul dua nomor IMEI. Sebab, nomor IMEI adalah nomor dari masing-masing slot SIM yang dipasang di ponsel.



Sementara, jika ingin mengecek nomor IMEI lewat Pengaturan di tiga merek ponsel tersebut, bisa dilakukan dengan cara berikut.

1. Cek IMEI di Samsung
Klik Settings - Cari About Phone (Tentang Ponsel) - Cari kode IMEI untuk ponsel Samsung.

2. Cek IMEI di Xiaomi
Settings (Pengaturan) - Cari About Phone - klik Status - cari Kode IMEI.

3. Cek IMEI di iPhone
Kik Setting (Pengaturan)> General (Umum)> About, maka nomor IMEI tertera dilaman tersebut.

Untuk mengecek legalitas nomor IMEI ini di Indonesia, pengguna bisa lanjut mengecek di situs Kementerian Perindustrian www.kemenperin.go.id/imei.

Masukkan nomor IMEI ke situs ini dan akan muncul keterangan apakah nomor IMEI ponsel terdaftar di Kemenperin atau tidak. Menurut pemerintah jika nomor IMEI perangkat tidak terdaftar, berarti ponsel yang Anda gunakan masuk ke Indonesia lewat jalur tidak resmi alias ponsel black market (BM).

Pemerintah berencana untuk memberlakukan regulasi IMEI pada 17 Agustus mendatang. Dengan adanya aturan ini, operator bisa melakukan pemblokiran layanan telekomunikasi (telepon, SMS, internet) jika IMEI ponsel ternyata tidak terdaftar di Kemenperin.

Maka, ketika aturan ini diberlakukan, ponsel ilegal yang telah digunakan pengguna tidak akan langsung terblokir oleh operator dan masih bisa dipakai.

Sebab, pemerintah memberikan masa tenggang pemutihan selama 2 tahun. Harapannya, dalam masa tenggang tersebut, pengguna sudah membutuhkan pembaruan perangkat dan membeli perangkat yang legal. (eks/eks)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK