Tim yang dipimpin oleh Torin Clark ini membuat alat yang bisa menyimulasikan gravitasi lewat gerakan sentrifugal. Sehingga, pengguna tak benar-benar menapak ketika berada di luar angkasa.
Tubuh hanya dimanipulasi seakan mendapat gaya gravitasi dengan gerakan sentifugal dari alat tersebut. Sebab, membuat gravitasi seperti yang terjadi di Bumi adalah sesuatu yang sulit dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memudahkan pemahaman bagaimana alat ini menghasilkan daya tarik alias gravitasi, bisa diibaratkan lewat sebuah komidi putar. Semakin kencang komidi berputar, pengendara di dalamnya akan makin tertarik ke bagian tengah komidi tersebut.
Namun, ada satu kelemahan alat ini. Alat yang berputar ini bisa menyebabkan pusing dan mual akibat gerakan sentrifugal yang dilakukan.
"Sensasinya sangat aneh," jelas Kathrine Bretl, seorang lulusan SMA di laboratorium Clark, seperti dikutip Phys.
Namun, tim tengah menciptakan formula berapa sering latihan gravitasi ini mesti dilakukan dan berapa kecepatan rotasi yang tepat. Saat ini diperkirakan 17 putaran per menit diperkirakan sebagai takaran yang tepat. Selain itu, mereka mencoba dengan putaran yang lambat dan mempercepatnya begitu pengguna mulai terbiasa dengan putaran alat. (eks/eks)