Ilmuwan Temukan Cincin di Sekitar Uranus

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 08:13 WIB
Ilmuwan Temukan Cincin di Sekitar Uranus Ilustrasi. (REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Roma Tre Univ.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para astronom baru mendapat gambar terbaru yang mengungkap adanya cincin di sekitar Uranus.

Dilansir dari Digital Trends, gambar tersebut memperlihatkan tampilan yang hampir tidak terlihat oleh kebanyakan teleskop tentang cincin Uranus. Cincin Uranus ternyata bersinar terang ketika mereka memantulkan cahaya.

Cahaya yang terlihat hampir menyerupai inframerah. Namun, ada teka-teki aneh yang menjadi fokus para astronom, yakni mengapa cincin Uranus tidak mengandung partikel berukuran debu.


Cincin Uranus berbeda dari cincin yang paling terkenal dari Saturnus. Cincin Saturnus terkenal besar dan dingin karena material es.
"Cincin es dingin Saturnus luas, cerah dan memiliki berbagai ukuran partikel, dari debu berukuran mikron di cincin paling dalam, hingga puluhan meter di cincin utama," Imke de Pater, Profesor Astronomi UC Berkeley.

"Sementara itu, ujung kecil hilang di cincin utama Uranus, cincin paling terang, epsilon, terdiri dari batu-batu berukuran bola golf dan lebih besar. "

Para ilmuwan masih berusaha memahami cincin epsilon di sekitar Uranus.

"Kami sudah tahu bahwa cincin epsilon agak aneh, karena kami tidak melihat barang yang lebih kecil," kata mahasiswa pascasarjana Edward Molter dalam pernyataan yang sama.
"Sesuatu telah menyapu hal-hal yang lebih kecil di cincin Uranus. Kami tidak tahu. Penemuan ini menjadi langkah menuju pemahaman komposisi mereka dan apakah semua cincin berasal dari bahan sumber yang sama, atau berbeda untuk setiap cincin. "

Gambar yang menunjukkan emisi termal cincin ditangkap menggunakan Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) dan Very Large Telescope (VLT), yang juga memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur suhu cincin untuk pertama kalinya. Cincin Uranus memiliki suhu 77 Kelvin (-320 F).

Gambar menunjukkan pita gelap di atmosfer Uranus yang menunjukkan keberadaan molekul yang menyerap gelombang radio seperti gas hidrogen sulfida. Titik kuning cerah di sebelah kanan planet ini adalah titik kutub utara, yang mengandung beberapa molekul penyerap ini.
Untuk membuat gambar komposit, sistem cincin dicitrakan pada panjang gelombang yang berbeda dari 3mm hingga 19μm (μm adalah singkatan dari mikrometer, yang merupakan sepersejuta meter).

Metode ini menunjukkan bahwa cincin-cincin Uranus sempit dan kekurangan partikel-partikel berukuran debu, sebaliknya cincin-cincin itu terbuat dari batu-batu dengan pita-pita debu di antara cincin-cincin itu. Sejauh ini, 13 cincin telah dihitung secara total. (age/age)