[Gambas:Twitter]
Meski demikian, Kepala BPPT Hammam Riza tidak menampik kemungkinan modifikasi cuaca untuk dicoba dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui TMC maka BPPT akan membongkar lapisan udara inversi sehingga polutan bisa naik ke atmofir yang lebih tinggi sehingga berdampak pada berkurangnya kepekatan polutan," jelas Hammam ketika dihubungi CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Selasa (16/7).
"Polutan di udara yang bersumber dari apapun akan menjadi terasa lebih pekat selama musim kemarau karena adanya lapisan udara inversi. (Lapisan ini) yang mengakibatkan polutan terjebak pada udara di dekat permukaan tanah (di toposfer)," jelasnya lagi.
Namun ketika ditanya berapa persentase pengurangan polusi menggunakan metode modifikasi cuaca ini, BPPT belum bisa mengungkap data tersebut.
"Presentasenya blm bisa kami janjikan," tandasnya. (eks/eks)