Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto menguraikan bahwa hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat hujan. Karena teknologi ini berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan.
"Hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca ini adalah, dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan," papar pria yang akrab dipanggil Seto tersebut, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima, Selasa (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TMC yang dilakukan oleh BPPT melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), adalah sebuah pemanfaatan teknologi yang berupaya inisiasi ke dalam awan. Agar proses yang terjadi di awan lebih cepat, dibandingkan dengan proses secara alami.
Seto menambahkan hujan buatan akan makin potensial jika didukung oleh awan yang banyak. Sebab, makin banyak awan akan menghasilkan hujan yang lebih banyak juga. Awan potensial yang dimaksud adalah intraseasonal monsoon.
Untuk mempercepat reaksi BPPT jika awan tersebut terbentuk Hammam menyebut pihaknya akan mendirikan Posko Utama pelaksanaan Operasi TMC di Lanud Halim Perdanakusumah, dan posko lainnya di Kupang, NTT. Posko di Halim akan siaga pesawat CN295 dan posko di Kupang NTT dengan pesawat Casa 212-200.
"Hal ini untuk mengantisipasi adanya potensi awan lokal tersebut, yang akan langsung disemai dengan operasi hujan buatan [...] Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Oktober," jelas Kepala BPPT Hammam Riza usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait antisipasi bencana kekeringan, di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (22/07/2019).
"Jika kekeringan melanda di banyak wilayah pertanian khususnya tanaman padi, maka dikhawatirkan akan terjadi gagal panen," papar Hammam.
Kemudian terkait dengan kesiapan BPPT dalam melakukan operasi TMC, Seto menyebut pihaknya perlu melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu seperti koordinasi dan memodifikasi pesawat untuk dapat digunakan dalam melaksanakan Operasi TMC. (jnp/eks)