Huawei Tanggapi Perang Dagang AS dan China

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 00:18 WIB
Huawei Tanggapi Perang Dagang AS dan China Foto: REUTERS/Yuyang Wang
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menyebut posisi Huawei saat ini bersifat independen di tengah kisruh perang dagang antara Amerika dan China. Selain itu, dia mengatakan perusahaan lebih fokus mengembangkan teknologi yang bermanfaat.

"Secara bisnis kami independen, yang kedua jelas bahwa kami perusahaan inovatif yang sudah berkiprah 30 tahun. Lalu misi kami adalah bagaimana memajukan teknologi sehingga bermanfaat bagi operator dan konsumen," kata Rosidi kepada awak media di Hotel Artotel, Jakarta, Rabu (31/7).

"Kami juga sudah jelas bagaimana mengelola bisnis untuk operator di dunia maupun operator yang ada di Indonesia," sambungnya.
Selain itu Rosidi mengatakan pihaknya tidak melihat perang dagang dari segi politik. Huawei menegaskan hanya fokus pada bisnis semata.


"Kita jelas bisa membedakan mana politik dan bisnis [situasi perang dagang]. Business is business, politic is politic," ucap dia.

Seperti diketahui sebelumnya, perang dagang antara Amerika dan China sangat berdampak pada Huawei di mana Presiden Donald Trump telah memasukkan perusahaan raksasa teknologi itu ke dalam daftar hitam.

Namun Trump kelihatannya sedikit melunak kepada Huawei. Pasalnya, Gedung Putih dikabarkan akan segera memberikan kejelasan kepada perusahaan teknologi AS yang memasarkan produknya kepada Huawei.
Beberapa waktu lalu pun Trump sempat bertemu dengan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi seperti CEO Cisco Systems Inc, Intel Corp, Broadcom Inc, Qualcomm Inc, Western Digital Corp, dan Alphabet Inc guna membahas lisensi produk.

Para pemimpin raksasa teknologi AS meminta Trump untuk segera mengeluarkan lisensi demi keberlangsungan bisnis mereka. Kendati demikian, pemerintah AS berkeras akan tetap membatasi produk yang boleh dijual kepada Huawei dengan dalih menjaga keamanan nasional.

Sekretaris Departemen Perdagangan Wilbur Ross mengatakan lisensi akan dikeluarkan jika tidak ada ancaman keamanan. Disebut-sebut, pemerintah AS bakal menyetujui lisensi bagi perusahaan teknologi untuk memulai kembali penjualan dalam hitungan minggu. (din/age)