"Secara bisnis kami independen, yang kedua jelas bahwa kami perusahaan inovatif yang sudah berkiprah 30 tahun. Lalu misi kami adalah bagaimana memajukan teknologi sehingga bermanfaat bagi operator dan konsumen," kata Rosidi kepada awak media di Hotel Artotel, Jakarta, Rabu (31/7).
"Kami juga sudah jelas bagaimana mengelola bisnis untuk operator di dunia maupun operator yang ada di Indonesia," sambungnya.
Lihat juga:Pendapatan Huawei Naik Meski Ditekan AS |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui sebelumnya, perang dagang antara Amerika dan China sangat berdampak pada Huawei di mana Presiden Donald Trump telah memasukkan perusahaan raksasa teknologi itu ke dalam daftar hitam.
Lihat juga:Alphabet dan Huawei Buat Speaker Pintar |
Para pemimpin raksasa teknologi AS meminta Trump untuk segera mengeluarkan lisensi demi keberlangsungan bisnis mereka. Kendati demikian, pemerintah AS berkeras akan tetap membatasi produk yang boleh dijual kepada Huawei dengan dalih menjaga keamanan nasional.
Sekretaris Departemen Perdagangan Wilbur Ross mengatakan lisensi akan dikeluarkan jika tidak ada ancaman keamanan. Disebut-sebut, pemerintah AS bakal menyetujui lisensi bagi perusahaan teknologi untuk memulai kembali penjualan dalam hitungan minggu. (din/age)