DPR Sebut UU Keamanan Siber Rampung September

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 16:02 WIB
DPR Sebut UU Keamanan Siber Rampung September Ilustrasi serangan siber. (Foto: Istockphoto/M-A-U)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan  RUU Ketahanan dan Keamanan Siber (KKS) akan rampung sebelum masa pergantian parlemen pada akhir September.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan di era digital, regulasi ketahanan dan keamanan siber menjadi hal yang krusial untuk menjamin keamanan dan kedaulatan ruang siber Indonesia.

"Jadi RUU ini sudah masuk prolegnas dan kita akan selesaikan di akhir September. Naskah akademik, penyusunan materi dan muatan teknis sudah memperoleh masukan dari berbagai stakeholder termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSNN)," kata Bambang dalam diskusi publik RUU KKS di Jakarta Pusat, Senin (12/8).


Lebih lanjut Bambang mengatakan saat ini RUU KKS dalam tahap pembahasan di Badan Legislasi (Baleg). Ia meminta dukungan dari berbagai stakeholder termasuk masyarakat. 
 
"Sekarang tinggal kita menunggu penyelesaiannya, pembahasan di dewan dalam hal ini di baleg. RUU ini sedang berjalan di DPR," katanya.

Bambang mengingatkan KKS sangat penting karena teknologi telah menjadi baguan hidup dari manusia. Di satu sisi teknologi membawa keuntungan, di sisi lain teknologi juga membawa keburukan. 

"Saya tidak bisa bayangkan seluruh peralatan canggih yang kita miliki dan kita beli dari berbagai negara tiba-tiba diretas, dikendalikan dari luar, sistem mati, sistem komunikasi mati, kemudian orang-orang panik," jelasnya.

Bambang memberi contoh kejadian pemadaman listrik selama kurang lebih sembilan jam pada Minggu (4/8) lalu yang disebutnya rentan terkena serangan siber. Kendati tidak disebabkan oleh serangan siber, tetapi Bambang mengkhawatirkan hal itu bisa terjadi lewat serangan siber.

"Bayangkan serangan itu, serangan siber terjadi secara mendadak dan mematikan listrik, air, dan segala sistem komunikasi kita. Tentu dampaknya akan luar biasa, akan buat kepanikan, seluruh masyarakat akan ke luar ke jalan-jalan dan timbulkan keresahan sosial," ucapnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)