Esemka Disebut 'Merek Nasional', Bukan 'Mobil Nasional'

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 02:47 WIB
Esemka Disebut 'Merek Nasional', Bukan 'Mobil Nasional' Sejumlah mobil pickup terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (22/10/2018). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menanggapi pernyataan pihak Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang menolak Esemka disebut mobil nasional. Kata Airlangga yang terpenting sebetulnya bukan mobil nasional melainkan merek nasional.

"Kami jawabnya itu mobil merek nasional. Jadi kalau merek itu macam-macam, jadi itu nanti market yang akan menilai," kata Airlangga ketika ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu (14/8).

Sejak diperkenalkan Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat Wali Kota Solo, Esemka erat dikaitkan dengan proyek mobil nasional. Airlangga tidak mau ambil pusing pernyataan SMK soal Esemka bukan mobil nasional, menurut dia biar pasar dalam negeri yang menilai.


"Program pemerintah mendukung industri otomotif. Kalau merek nasional kendaraan contohnya AMMdes, kemudian Esemka. Kemudian motor ada Gesits. Jadi itu terkait merek nasional," ucap Airlangga.

Presiden Direktur SMK Eddy Wirajaya sebelumnya menolak Esemka disebut cikal bakal mobil nasional Indonesia. SMK merasa keberatan produknya yang dirakit di Boyolali, Jawa Tengah menggendong istilah mobil nasional.

"Kami bukan mobil nasional, kami mobil produksi di Indonesia, bukan mobil nasional," kata Eddy ditemui di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (13/8).

Eddy tidak ingin masyarakat Indonesia salah kaprah menyebut Esemka sebagai mobil nasional.

"Jadi jangan salah persepsi tentang mobil nasional. Karena mobil nasional cukup luas pengertiannya. Jadi kami mobil produksi di Indonesia, pure," ucap Eddy. (ryh/fea)