Usai Gedung Dibakar, Aparat Jaga Aset Milik Telkom Jayapura

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 21:40 WIB
Usai Gedung Dibakar, Aparat Jaga Aset Milik Telkom Jayapura Kerusuhan di Jayapura. (ANTARA FOTO/Dian Kandipi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung pelayanan pelanggan TelkomGroup di Koti, Jayapura dalam kondisi terbakar meskipun tingkat kerusakan belum diidentifikasi. Pasalnya, keadaan belum memungkinkan untuk memeriksa kerusakan gedung.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan gedung TelkomGroup lainnya dalam kondisi aman.

"Seluruh karyawan di Papua dalam kondisi aman. Telkom pun telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat guna mengamankan aset-aset milik TelkomGroup," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/8).


Arif menambahkan bahwa Telkom terus memonitor dampak-dampak peristiwa yang terjadi di Jayapura. Arif mengungkap telah mengaktifkan crisis center tingkat nasional di Jakarta dan regional di Makassar yang memantau kondisi infrastruktur dan layanan selama 24 jam.
Situasi di Jayapura, Papua mencekam usai demonstrasi yang digelar Kamis (29/8). Aksi protes massa menolak rasisme berujung rusuh. Akibat kerusuhan itu aktivitas masyarakat Jayapura lumpuh.

Pertokoan dan perkantoran tutup sejak pukul 12.30 WIT. termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura. Situasi mencekam muncul ketika para demonstran merusak beberapa kaca pertokoan dan hotel dengan menggunakan ketapel.

Sejumlah pusat perbelanjaan di Distrik Abepura memilih tutup. Saga dan Mega Abepura tutup, Kantor Distrik Abepura dan BPS Kota Jayapura serta Kanwil Kantor Pos Maluku dan Papua juga tutup. Begitu juga, sejumlah kafe dan hotel.
Namun, layanan TelkomGroup mencakup layanan Telkomsel dan IndiHome masih dapat beroperasi di beberapa lokasi di Jayapura. Arif memaparkan layanan Telkomsel di sebagian wilayah Base G dan Abepura tidak beroperasi.

"Begitu pun halnya dengan layanan IndiHome di sebagian wilayah Abepura yang juga mengalami gangguan," ujarnya.

Sementara itu, untuk kondisi telepon fixedline pelanggan masih belum diidentifikasi satu per satu.

"Kondisi fixedline pelanggan sangat tergantung dari jaringan-jaringan kabel yang menuju ke pelanggan. Hal ini belum bisa kita identifikasi satu per satu," tambahnya. (age/age)