Alasan Massa Ojol Demo di Kedubes Malaysia

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 14:58 WIB
Alasan Massa Ojol Demo di Kedubes Malaysia Demo Gojek di Kedubes Malaysia. (Detikcom/Waldy Syafei)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa ojek online (ojol) memutuskan mendatangi Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia pada Selasa (3/8) untuk menuntut permohonan maaf bos perusahaan taksi asal Malaysia Big Blue Taxi Services, Shamsubahrin Ismail, yang dianggap kembali membuat pernyataan merendahkan Indonesia.

Aksi massa terkait ucapan Shamsubahrin sebelumnya pernah dijadwalkan pada 3 September oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, namun kemudian dibatalkan karena Shamsubahrin telah meminta maaf. Garda Indonesia mendatangi Kedubes Malaysia pada 30 Agustus dan sempat membacakan enam poin pernyataan serta berdiskusi dengan perwakilan konsulat.



Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan demo yang terjadi pada hari ini merupakan 'susulan' atas pernyataan kontroversial terbaru dari Shamsubahrin yang tidak hentinya menyinggung masyarakat Tanah Air.


Igun tidak menyebut spesifik pernyataan baru Shamsubahrin. Meski begitu diketahui video terbaru Shamsubahrin telah beredar di dunia maya yang isinya dia mengatakan rakyat Indonesia tidak salah kalau dikatakan miskin, dia bilang menyalahkan pemerintah Indonesia karena membiarkan anak muda menjadi ojol dan Malaysia malah mau mengikuti kesalahan tersebut.

"Rakyat Islam Indonesia tak salah kalau dikatakan miskin. Yang salah itu pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia yang salah. Jadi, pemerintah di Malaysia, Pakatan Harapan, mengikuti jejak kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kenapa kita harus membiarkan anak muda kita (di) Malaysia bekerja tanpa gaji tetap untuk bawa Gojek," kata Shamsubahrin dalam video.

Igun menyebut massa yang datang ke Kedubes Malaysia berasal dari beberapa komunitas ojol, mayoritas mitra Gojek. Diperkirakan massa ojol yang beraksi jumlahnya sekitar 500 orang.

Koordinator aksi hari ini menuntut agar Shamsubahrin segera meminta maaf atas semua ucapannya kepada mitra Gojek dan Indonesia secara langsung.

"Kami driver Gojek Indonesia menuntut agar Shamsubahrin meminta maaf atas sikap dan ucapannya kepada kita driver Gojek pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya secara langsung," kata Koordinator Anak Garuda Sakti, dalam keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/9). 

(ryh/fea)