Suara Investor Soal Aksi PHK Massal Bukalapak

evn, CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 12:09 WIB
Suara Investor Soal Aksi PHK Massal Bukalapak Ilustrasi. (Foto: Dok. Bukalapak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Co-founder sekaligus managing partner Ideosource, Edward Ismawan menilai pemangkasan ratusan karyawan Bukalapak bukan hal yang salah.

Sebaliknya, Edward justru menilai langkah tersebut bisa membantu Bukalapak meningkatkan pendapatan.

"Kalau kita lihat strateginya Bukalapak sendiri sebetulnya tidak ada yang salah, ya. Mereka cukup bagus untuk mencoba, sebetulnya bisa sangat membantu untuk masa depannya Bukalapak juga," kata Edward saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).


Lebih lanjut Edward mengatakan strategi Bukalapak untuk tetap 'eksis' di industri e-commerce pun cukup bagus, seperti membuat fitur BukaReksa yang memungkinkan pengguna memperjualbelikan berbagai macam pilihan reksa dana.

Selain itu, Bukalapak diketahui telah mengembangkan bisnis pada sektor supply chain (rantai pasok) yang merupakan contoh model bisnis B2B atau Business to Business. Menurut Edward, model bisnis B2B tidak mengharuskan perusahaan untuk 'membakar' duit mereka.

Kendati demikian, Edward mengakui bahwa Bukalapak tertinggal cukup jauh dari pesaing utama mereka yaitu Tokopedia dan Shopee jika dilihat dari pendapatan yang diterima.

"Bisnisnya Bukalapak mereka itu kebanyakan pemainnya seperti Tokopedia dan Shopee kan di backup sama Softbank. Bukalapak tidak punya kemewahan seperti itu dan kemudian secara angka dia kalah," tuturnya.

Sebelumnya Menkominfo Rudiantara menganggap aksi PHK massal yang dilakukan Bukalapak sebagai hal wajar yang dilakukan korporasi. Langkah tersebut menurutnya dilakukan untuk mengejar pendapatan dan menjawab tantangan pasar.

"Dalam konteks bisnis peningkatan profitabilitas dan merespon pasar yang sangat dinamis, hal yang wajar apabila ada 'realokasi' atau 'churn' jumlah pegawai," ucap Rudiantara.

CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.

"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)