Sebaliknya, Edward justru menilai langkah tersebut bisa membantu Bukalapak meningkatkan pendapatan.
"Kalau kita lihat strateginya Bukalapak sendiri sebetulnya tidak ada yang salah, ya. Mereka cukup bagus untuk mencoba, sebetulnya bisa sangat membantu untuk masa depannya Bukalapak juga," kata Edward saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Bukalapak diketahui telah mengembangkan bisnis pada sektor supply chain (rantai pasok) yang merupakan contoh model bisnis B2B atau Business to Business. Menurut Edward, model bisnis B2B tidak mengharuskan perusahaan untuk 'membakar' duit mereka.
"Bisnisnya Bukalapak mereka itu kebanyakan pemainnya seperti Tokopedia dan Shopee kan di backup sama Softbank. Bukalapak tidak punya kemewahan seperti itu dan kemudian secara angka dia kalah," tuturnya.
"Dalam konteks bisnis peningkatan profitabilitas dan merespon pasar yang sangat dinamis, hal yang wajar apabila ada 'realokasi' atau 'churn' jumlah pegawai," ucap Rudiantara.
CEO dan pendiri Bukalapak, Azhmad Zaky mengatakan langkah pemangkasan karyawan untuk mewujudkan ambisi agar perusahaan balik modal (break even point/ BEP) hingga mendapatkan keuntungan.
"Bukalapak menyatakan diri ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)