- Sebanyak 30-40 persen investor kehilangan sebagian atau seluruh investasi mereka.
- 30-40 persen investor mengalami tingkat pengembalian investasi yang tak sepadan
- 90-95 persen investor tidak mencapai target yang ditetapkan.
Berdasarkan data Thompson Reuters Venture Capital Index pada 2012, tingkat pengembalian modal ketika berinvestasi di startup lebih tinggi ketimbang investasi dengan membeli saham. Investasi di startup berpotensi mengembalikan uang investasi 19,7 persen. Sementara tingkat pengembalian modal di pasar modal dan saham hanya 7,5 hingga 5,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan-alasan inilah yang membuat orang tergiur dengan investasi di perusahaan startup yang belum menghasilkan keuntungan.
Model bisnis startup memang berbeda dari kebanyakan bisnis konvensional. Jika bisnis konvensional sudah punya model bisnis dimana mereka bisa mendapat keuntungan dari hari pertama berjualan, maka tidak demikian dengan startup teknologi. Seringkali mereka memulai tanpa mendapat pemasukan sama sekali.
Startup teknologi biasanya dimulai dengan memberikan produk awal yang sekiranya bisa langsung digunakan dan diterima pasar. Sambil berjalan, mereka akan terus memperbaiki layanan. Sebagai contoh Grab. Awalnya Grab menawarkan jasa pemesanan taksi online saja. Belakangan, layanan mereka jadi melebar ke pemesanan ojek, makanan, dan pembayaran.
Saat ini, Grab memang sudah mencetak pendapatan. Pada 2019, Grab menargetkan pendapatan US$2,8 miliar (Rp39 triliun) dari US$1 miliar (Rp14 triliun) pada 2018. Meski perusahaan itu sudah mendulang pemasukan yang besar, namun masih belum mendapat untung.
Angka-angka yang lebih fantastis ditorehkan oleh Uber. Perusahaan yang berdiri sejak 2009 ini punya nilai perusahaan besar dan sudah menjual saham ke publik. Meski demikian, ia tetap merugi.
Uber adalah salah satu startup teknologi yang sudah melebarkan sayap diberbagai, telah mengantongi pendanaan dengan nilai fantastis, melempar saham ke pasar, tapi masih belum mendulang keuntungan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Halaman berikutnya, investasi yang ditanam di Uber capai ratusan triliun, meski perusahaan masih tetap rugi >>>
Uber adalah salah satu startup teknologi yang sudah melebarkan sayap diberbagai, telah mengantongi pendanaan dengan nilai fantastis, melempar saham ke pasar, tapi masih belum mendulang keuntungan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)