Skenario Asap Karhutla Meracuni Penumpang Mobil

CNN Indonesia | Selasa, 17/09/2019 17:39 WIB
Skenario Asap Karhutla Meracuni Penumpang Mobil Kendaraan menerobos kabut asap akibat kebakaran lahan di tol Palembang-Indralaya, Sumatera Selatan, Rabu (7/8/2019). (ANTARA FOTO/Ahmad Rizki Prabu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berpergian menggunakan mobil melintasi kepungan asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya aman meski semua jendela sudah tertutup rapat. Ada kemungkinan asap masuk ke kabin lewat jalur tertentu dan hal ini disebut lebih rentan terjadi pada mobil merek Eropa ketimbang Jepang.

Kepala Bengkel Rotary spesialis AC mobil di Bintaro, Kelvin Ong, mengatakan, penyebab mobil canggih merek Eropa mudah kemasukan asap karena ada fitur sirkulasi udara otomatis.

Ia menjelaskan fitur itu standar pada mobil Eropa, tujuannya membuat udara di kabin selalu baru karena sering berganti melalui lubang sirkulasi. Lubang itu dikatakan selalu terbuka meski tombol off sirkulasi udara AC pada dasbor sudah ditekan.


Gara-gara itu, sirkulasi udara yang masuk ke kabin bisa terkontaminasi asap dan tidak bisa dihentikan. Asap karhutla diketahui bisa meracuni manusia dan punya dampak buruk buat kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) hingga penyakit jantung.

"Mobil Eropa itu beberapa menit sekali akan buka sendiri. Kita tidak mau buka, buka sendiri. Karena standarnya begitu di mana udara AC harus bersirkulasi. Jadi ya mobil Eropa yang memang rentan masuk asap," kata Kelvin melalui telepon, Selasa (17/9).

Lain dari mobil Eropa, Kelvin mengatakan pada umumnya fitur sirkulasi udara di mobil merek Jepang tidak otomatis. Jika sirkulasi ingin diaktifkan, penghuni kabin harus menekan tombol on/off terlebih dahulu.

Menurut Kelvin, ketimbang menyalakan fitur sirkulasi udara, penghuni kabin justru lebih sering memilih membuka jendela untuk mendapatkan udara segar dari lingkungan sekitar.

"Lalu ada juga mobil yang tidak bisa bersirkulasi, contoh Avanza lama. Tidak akan bersirkulasi, kecuali jendelanya dibuka," katanya.

Selain lewat jalur sirkulasi udara, ada kemungkinan lain asap karhutla masuk ke kabin. Disebut Kelvin asap bisa masuk melalui lubang-lubang kabel yang tidak tertutup rapi, sela karet di pintu, atau komponen bodi lapuk karena terlanjur termakan usia.

"Dan untuk mobil di atas lima tahun biasanya ada lapuk, nah itu akan masuk lewat celah itu. Seperti saat kita ada di belakang kendaraan, asap bisa terasa masuk ke dalam kabin. Apalagi asap dengan volume banyak," kata Kelvin. (ryh/fea)