Tak hanya rangkaian kata-kata, banyak yang juga turut mengunggah video yang menunjukkan langit merah tersebut. Beragam doa bahkan tuntutan kepada Presiden RI Joko Widodo pun tak luput disebut dalam cuitan netizen.
Salah satunya adalah @zunishofiyn yang mengunggah video dan narasi keprihatinan. "Ini sore bukan malam. Ini Bumi bukan Planet Mars. Ini Jambi bukan di luar angkasa. Ini kami yang bernafas dengan paru-paru, bukannya dengan insang. Kami ini manusia butuh udara yang bersih, bukan penuh asap."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat juga cuitan dari @yourhusbandd, "Sad banget liatnya.. yang di Jambi jaga kesehatan ya liatnya ngeri banget."
Agus mengakui bahwa langit merah tersebut berhubungan dengan titik api di Muaro Jambi yang sangat tinggi.
"Ini data tadi pagi di Muaro Jambi, terjadinya hotspot 430 yang validitasnya di atas 80 persen. Jadi memang di sana banyak sekali titik api," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/9).
Hotspot tersebut menghasilkan asap dan debu yang berterbangan. Partikel itu terkena pantulan sinar matahari darn berubah menjadi berwarna merah. Disebutkan Agus, partikel dari debu tersebut menyerupai panjang gelombang warna merah dan oranye.
[Gambas:Video CNN] (gst/rea)