Nilai Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp566 Triliun pada 2019

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 14:41 WIB
Google memprediksi nilai ekonomi berbasis internet Indonesia akan menembus US$40 miliar dollar atau sekitar Rp566,28 triliun pada akhir 2019. Ilustrasi ekonomi digital. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google memprediksi nilai ekonomi berbasis internet Indonesia akan menembus US$40 miliar dollar atau sekitar Rp566,28 triliun (dengan asumsi Rp14.157 per US$) pada akhir 2019.

Berdasarkan laporan e-Economy SEA 2019, Indonesia menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi internet atau sering disebut ekonomi digital di Asia Tenggara.

Managing Director Google Southeast Asia Randy Jusuf mengatakan angka tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dari US$8 miliar dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49 persen per tahunnya.
"Ekonomi Internet di Indonesia adalah yang terbesar dan dengan perkembangan ekonomi internet yang sangat besar," kata Randy saat pemaparan hasil laporan di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (7/10).


Randy mengatakan berdasarkan hasil riset, ia memprediksi Indonesia berada pada jalur tepat untuk menembus angka US$130 miliar atau sekitar Rp1,8 kuadriliun pada 2025.

Sebagai perbandingan, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memiliki nilai ekonomi internet masing-masing sebesar US$11 miliar dan US$12 miliar pada 2019.

Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar kedua setelah Indonesia dengan angka 38 persen. Saat ini Vietnam memiliki nilai ekonomi internet sebesar US$12 miliar, meningkat dari angka US$3 miliar pada 2015.
Ia mengatakan angka ini didukung oleh perkembangan signifikan dari sektor ride-hailing dan e-commerce. Perkembangan yang melesat ini disebabkan oleh ketatnya persaingan, diiringi dengan investasi dan perkembangan pembayaran digital.

"Salah satu alasan ini naik karena ada investasi dan kompetisi yang kuat. Aspek lain adalah semua sektor tak peduli sektor apa pun didukung oleh perkembangan digital payment," kata Randy.

Proyeksi atas nilai ekonomi tersebut menghitung nilai barang dagangan (gross merchandise value/GMV) dari lima sektor, yaitu e-commerce, ride-hailing, online media, online travel agent, dan layanan finansial.

Laporan ini merupakan hasil riset dari Temasek Holdings Pte dan Bain & Co.

[Gambas:Video CNN] (jnp/age)