e-Commerce dan Ride-Hailing Sokong Ekonomi Digital Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 07:34 WIB
e-Commerce dan Ride-Hailing Sokong Ekonomi Digital Indonesia Ilustrasi e-commerce. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sektor ride-hailing dan e-commerce menjadi penyumbang utama dalam ekonomi digital Indonesia. Perkembangan signifikan sektor ride-hailing dan e-commerce masing-masing didorong oleh Hari Belanja Nasional (Harbolnas) dan layanan pesan antar makanan.

Nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi menyentuh angka US$40 miliar atau sekitar Rp565 triliun pada 2019. Dari jumlah tersebut, sektor ride hailing menyumbang US$6 miliar, sedangkan sektor e-commerce menyumbang US$21 miliar atau lebih dari 50 persen.

"Pertumbuhan e-commerce sangat didorong oleh harbolnas. Pertumbuhan ride-hailing didorong oleh layanan pesan antar makanan," kata Managing Director Google SEA, Randy Jusuf di kantor Google Indonesia, Senin (7/10).


Randy mengatakan di Asia Tenggara terdapat berbagai macam festival belanja online seperti 9.9 (9 September), Singles Day (11 November) hingga 12.12 (12 Desember).
Menurut Google Trends, pencarian terkait voucher, kupon dan promosi yang biasanya diberikan oleh pemain e-Commerce selama festival belanja telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun terakhir.

"Menurut Google Trends, pencarian terkait dengan voucher, kupon dan promo yang biasanya diberikan e-commerce selama festival belanja juga meningkat," katanya

Selain itu, Randy juga mengatakan e-commerce memiliki strategi pemasaran unik untuk meningkatkan transaksi di Indonesia. E-commece biasanya menggelar live streaming seorang influencer untuk melakukan unboxing perangkat atau memberikan penilaian tentang merek tertentu.

Tak hanya itu, e-commerce juga memiliki strategi pemasaran agar melibatkan konsumen secara aktif. E-commerce meluncurkan beberapa gim yang memiliki misi untuk menurunkan harga satu barang tertentu di platform.
"Saat ini banyak live streaming influencer untuk unboxing perangkat tertentu agar meningkatkan minat konsumen. Bahkan mereka juga meluncurkan gim-gim untuk menurunkan harga barang," katanya.

Di sisi lain, pertumbuhan ride-hailing juga didorong dengan oleh pertumbuhan pengiriman pesan antar makanan dan layanan finansial.

Randy mengatakan empat tahun lalu, platform ride-hailing memiliki fokus utama untuk menyediakan layanan transportasi berbasis aplikasi.

"Sektor ini telah berkembang, tak hanya menyediakan jasa transportasi, tapi juga menyediakan layanan pesan antar makanan dan layanan finansial," katanya.
Layanan pesan antar makanan menjadi faktor utama perubahan perilaku konsumen sejak 2018. Layanan yang awalnya digunakan oleh segelintir orang, berkembang digunakan secara masif oleh konsumen.

"Layanan pesan antar makanan menjadi populer untuk memesan makanan untuk menghemat waktu, menghindari kemacetan, dan cuaca panas," kata Randy.

Banyaknya promo memainkan peran penting untuk membujuk pengguna mencoba layanan pesan antar makanan. Tak mengherankan minat terhadap layanan ini sangat meningkat.

"Berdasarkan Google Trends, pencarian mengenai merek online food delivery telah tumbuh lebih dari 13 kali lipat di Indonesia," kata Randy.

[Gambas:Video CNN] (din/age)