Hal itu disampaikan Jokowi ketika melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah disela persemian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/10).
Awalnya Jokowi menanyakan kondisi jaringan internet kepada Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani. Menurut Lakotani, akses internet, khususnya di Kota Sorong, sangat baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alasan Palapa Ring Disebut 'Tol Langit' |
"Memang pada titik-titik tertentu masih memerlukan pembangunan BTS. Di dalam rencana kita kurang lebih empat ribu BTS akan dibangun," kata Jokowi.
Skema proyek Palapa Ring. (Foto: Kominfo) |
Ia kemudian mendengarkan penjelasan dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi. Dalam perbincangan melalui video conference, Josef menyebut koneksi internet di NTT masih lambat di beberapa daerah.
"Pak presiden ini sesuai dengan 'NTT', Nyalanya Tidak Tentu. Sebentar-sebentar kuat, sebentar-sebentar lemot," ujar Josef.
"Benar ini?" kata Jokowi menegaskan.
"Benar pak, kadang-kadang kuat, kadang lemah. Jadi NTT itu singkatan dari Nyalanya Tidak Tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah pak. Mohon maaf Pak Rudiantara saya ngomong apa adanya," ujar Josef menimpali.
"Tapi yang paling penting Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur semua sudah tersambung seratus persen. Tambahan BTS-BTS ini akan memberikan dukungan karena kecepatan tadi yang saya sampaikan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/evn)
Skema proyek Palapa Ring. (Foto: Kominfo)