Banyak Dikomplain, Jokowi Janji Bangun 4.000 BTS Tahun Depan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 17:28 WIB
Banyak Dikomplain, Jokowi Janji Bangun 4.000 BTS Tahun Depan Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara saat meresmikan proyek Palapa Ring. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah bakal membangun sekitar 4.000 Base Transciever Station (BTS) pada tahun depan. Pengadaan BTS ini dilakukan untuk meningkatkan jaringan internet dan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah disela persemian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Awalnya Jokowi menanyakan kondisi jaringan internet kepada Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani. Menurut Lakotani, akses internet, khususnya di Kota Sorong, sangat baik.


Ia menyebut koneksi internet yang masih lambat berada di wilayah pinggiran, seperti Kabupaten Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Maybrat, Manokwari Selatan dan Teluk Wondama.

"Kebetulan saya ada di Sorong, jadi saya pastikan di Sorong sudah kencang. Kalau di daerah-daerah yang saya sebutkan tadi kita mesti mengecek lagi," ujar Lakotani disela video conference.

Menanggapi Lakotani, Jokowi berjanji untuk membangun sekitar 4.000 BTS. Menurutnya, pembangunan paling banyak akan dilakukan di wilayah Indonesia bagian timur, terutama Papua.

"Memang pada titik-titik tertentu masih memerlukan pembangunan BTS. Di dalam rencana kita kurang lebih empat ribu BTS akan dibangun," kata Jokowi.

Banyak Dikomplain, Jokowi Janji Bangun 4.000 BTS Tahun DepanSkema proyek Palapa Ring. (Foto: Kominfo)

Ia kemudian mendengarkan penjelasan dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi. Dalam perbincangan melalui video conference, Josef menyebut koneksi internet di NTT masih lambat di beberapa daerah.

"Pak presiden ini sesuai dengan 'NTT', Nyalanya Tidak Tentu. Sebentar-sebentar kuat, sebentar-sebentar lemot," ujar Josef.

"Benar ini?" kata Jokowi menegaskan.

"Benar pak, kadang-kadang kuat, kadang lemah. Jadi  NTT itu singkatan dari Nyalanya Tidak Tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah pak. Mohon maaf Pak Rudiantara saya ngomong apa adanya," ujar Josef menimpali.

Menanggapi Josef, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah sudah mencanangkan pembangunan 4.000 BTS untuk mempercepat konektivitas di Tanah Air.

"Tapi yang paling penting Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur semua sudah tersambung seratus persen. Tambahan BTS-BTS ini akan memberikan dukungan karena kecepatan tadi yang saya sampaikan," ucapnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/evn)