Gopay Tanggapi isu Akuisisi Dana oleh Ovo

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 20:32 WIB
Gopay Tanggapi isu Akuisisi Dana oleh Ovo Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Babak baru persaingan antara dua perusahaan ride-hailing Grab dan Gojek merambah persaingan dalam sektor pembayaran digital. Tersiar rumor bahwa Grab akan mengawinkan Ovo dengan Dana untuk menyaingi supremasi Gopay milik Gojek.

Menanggapi ketatnya persaingan dompet digital di Indonesia, Head of Corporate Communications Gopay Winny Triswandhani mengatakan kompetisi pembayaran digital baik untuk mendorong inklusi keuangan yang merata di Indonesia.

"Mengenai kompetisi, menurut kami yang penting adalah bagaimana kita bisa bergandengan tangan untuk membantu seluruh masyarakat Indonesia," ujar Winny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/10).


Lebih lanjut Winny mengatakan kolaborasi penting untuk mendorong gerakan non-tunai pemerintah Indonesia. Berbagai pemangku kebijakan harus bergandengan tangan untuk memberikan keuntungan pembayaran digital kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Winny mengatakan Gopay memiliki misi untuk mengembangkan ekosistem pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Fokus kami adalah untuk terus menggandeng berbagai pihak, baik pemerintah, institusi keuangan, perusahaan swasta hingga perusahaan kelas dunia agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia dapat menikmati keuntungan pembayaran non-tunai," ujarnya.

Penggabungan Dana dan Ovo dilakukan Grab dengan membeli saham mayoritas yang selama ini dimiliki oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Pihak Grab, Ovo, dan Dana kompak bungkam saat dikonfirmasi rumor tersebut.

"Mohon maaf kami tidak berkomentar atas rumor," ujar Ferdyana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/10).

Senada, Dana juga tidak akan berkomentar soal rumor pasar.

"Saya tidak berkomentar soal rumor," kata CEO DANA, Vincent Iswara saat ditemui di kantor Dana, Selasa (15/10). (jnp/evn)