Indosat Bidik 1 Juta Pengguna Internet Pemula dalam Setahun

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 16:23 WIB
Indosat Bidik 1 Juta Pengguna Internet Pemula dalam Setahun Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indosat Ooredoo menargetkan satu juta pengguna internet pemula hingga Oktober 2020. Target ini terutama menyasar masyarakat di Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

VP head of mobile financial service & new business Indosat Ooredoo, Hendry Syaputra mengatakan pihaknya menggandeng Facebook lewat program literasi digital 'Internet 101' untuk mewujudkan target tersebut.

"Mulai hari ini sampai Oktober 2020, kami berharap dapat meraih satu juta pengguna internet pemula di Indonesia dengan menitiberatkan di Kalimantan dan Sulawesi untuk mendapatkan pengalaman bagaimana menggunakan internet yang baik dan aman," ungkap Hendry kepada awak media di kantor Indosat Ooredoo, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).


Selain menggandeng Facebook, Hendry mengatakan juga melibatkan retail dan toko-toko eksklusif untuk memberikan literasi digital kepada konsumen.

Nantinya ketika mendatangi retail dan toko, calon konsumen akan disuguhkan sebuah video penjelasan internet dan bagaimana menggunakan media sosial.

"Video soal bagaimana menggunakan internet dan media sosial dibuat dengan durasi 15 sampai 30 detik supaya lebih efisien," imbuhnya.

Menyoal ekspansi jaringan 4G, pada April 2018 lalu, Indosat telah mengalokasikan Rp8 triliun untuk belanja modal perusahaan. Setidaknya 80 persen dari alokasi belanja modal itu akan digunakan untuk investasi jaringan.

Dengan demikian, dari total Rp8 triliun, Rp6,4 triliun di antaranya digunakan untuk perluasan jaringan 4G. Sedangkan 20 persen sisanya akan digunakan untuk investasi non jaringan seperti kebutuhan teknologi informasi (TI).

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut ada 171, 17 juta pengguna internet di Indonesia pada 2018. Jumlah ini setara dengan 64,8 persen dari total penduduk Indonesia yang menggunakan internet.

APJII mengatakan kontribusi penyumbang penetrasi internet masih ada di Pulau Jawa. Provinsi Jawa Barat 41,7 persen menduduki peringkat pertama. Disusul Jawa Timur 41,1 persen, Banten 35 persen, Jawa Tengah 28,6 persen, DI Yogyakarta 26,3 persen dan terakhir DKI Jakarta 19,6 persen.

Sedangkan data GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan, penetrasi mobile internet diprediksi akan tumbuh hingga 69 persen pada tahun 2025. Artinya, ada 24 juta orang di Indonesia yang akan masuk ke ranah daring.

Namun, GSMA mencatat masih ada kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaan sekitar 45 persen. Selain itu riset GSMA juga menunjukkan bahwa setidaknya 97 persen populasi di Indonesia belum memiliki ponsel pintar khususnya di area pedesaan.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)