LIPI Ungkap Fakta Tawon Ndas yang Sengat Warga Bekasi

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 12:50 WIB
LIPI Ungkap Fakta Tawon Ndas yang Sengat Warga Bekasi Tawon ndas atau Vespa affinis. (Foto: Istockphoto/ Yongkiet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap tawon ndas atau Vespa affinis yang baru-baru ini membuat tiga orang di Kabupaten Bekasi Jawa Barat harus mendapat perawatan medis.

Peneliti Biologi LIPI Rosichon Ubaidillah mengatakan Vespa affinis mematikan apabila menyerang bergerombol. Efek racun akan semakin mematikan bagi orang yang sensitif atau alergi dengan racun.

"Sengatan yang isinya racun bisa mematikan binatang vertebrata lain termasuk ke manusia yang mengganggu sarang apabila jumlah sengatan cukup banyak," kata Rosichon saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).


Rosichon menjelaskan tawon Vespa affinis bahkan mengeluarkan zat kimia feromon yang mengundang tawon-tawon lain dalam satu koloni untuk ikut menyengat. Lebih lanjut, satu tawon bisa menyengat beberapa kali, berbeda dengan lebah madu yang hanya bisa menyengat satu kali.

"Biasanya satu individu yang menyengat pertama mengeluarkan feromon berbahaya untuk mengundang individu-individu lain dari satu koloni untuk ikut menyengat bersama sama menyengat," ujarnya.

Ia menjelaskan tawon jenis ini merupakan serangga sosial dan pemangsa serangga dan atau Arthropoda lain. Sengatan dan racun sengatnya digunakan sebagai bentuk pertahanan diri ketika individu dan koloni terganggu atau diserang.

Rosichon mengungkapkan tawon tidak pernah menyerang duluan. Dalam satu koloni atau satu sarang bisa berjumlah ratusan hingga ribuan individu tawon.

"Tidak pernah tawonnya yang menyerang duluan. Diganggu atau terganggu terlebih dahulu," ucapnya.

Pada dosis kecil ketika disengat satu atau dua ekor tawon, racun Vespa affinis hanya akan menimbulkan alergi biasa dengan gejala bengkak.

Jika tawon yang menyengat berjumlah banyak, maka bisa menyebabkan hieperalergi. Apabila tidak ditangani akan mengakibatkan anafilaksis (reaksi alergi berat) hingga nekrosis (kematian prematur sel).

"Apabila jumlah sengatan cukup banyak yg dilakukan oleh beberapa individu tawon dan manusia yang tersengat alergi dengan racunnya bisa fatal," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)