Gojek Ungkap Bagi-bagi Tugas 2 Pimpinan Pengganti Nadiem

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 16:21 WIB
Gojek Ungkap Bagi-bagi Tugas 2 Pimpinan Pengganti Nadiem Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo President Group Gojek (Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek telah mengangkat Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo yang menjabat sebagai President Group Gojek sebagai pimpinan baru mereka. Keduanya akan memimpin Gojek menggantikan posisi Nadiem Makarim. Kemarin, Nadiem menyatakan diminta untuk masuk dalam kabinet Joko Widodo.

Gojek mengungkap, Andre akan fokus pada strategi korporasi, alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan keuangan.

Sementara Kevin akan fokus pada pengembangan produk seperti penyediaan layanan transportasi online dan serta pesan-antar makanan. Kevin juga bertanggung jawab atas strategi pemasaran dan pengembangan organisasi.


"Sebagai perusahaan startup berskala besar, kami harus senantiasa siap dengan segala macam perubahan termasuk menyiapkan rencana suksesi di Gojek," seperti diungkap dalam pernyataan bersama Kevin dan Andre dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (22/10).

Kevin dan Andre menyebut Gojek telah memiliki rencana yang matang untuk pertumbuhan Gojek ke depan. Dalam siaran persnya, Gojek menyebut saat ini telah memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun.

Untuk penggalangan dana seri F yang tengah mereka gelar diperkirakan bakal meraih pendanaan lebih dari US$ 2 Miliar. Beberapa pendana yang telah menaruh investasi di perusahaan in diantaranya Google, Tencent, Mitsubishi, Visa, AIA dan Astra.

Sejak mendirikan Gojek bersama Nadiem, Kevin memiliki peran signifikan dalam memimpin tim produk dan pemasaran di dalam organisasi. Dia juga membentuk tim teknologi yang ahli dalam bidang data, engineering, dan produk.

Sementara Andre sebelumnya memiliki peran penting dalam penggalangan dana Gojek. Lebih dari US$4 miliar terkumpul dari dari Google, Tencent, KKR dan Warburg Pincus. Andre juga membangun pondasi dalam strategi bisnis perusahaan untuk keberlanjutan jangka panjang

Gojek juga telah melakukan ekspansi layanan di Singapura, Thailand dan Vietnam. Sementara di Indonesia, Gojek mengklaim telah menjadi aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan. Namun, kontribusi terbesar bukan dari layanan transportasi online, tapi dari layanan pesan-antar makanan dan pembayaran digital.

Sebelumnya, Managing partner sekaligus pendiri Ideosource, Edward Ismawan Chamdani meyebut bergabungnya Nadiem ke dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid II tak akan memengaruhi operasional bisnis Gojek. Edward menyebut Gojek saat ini telah dikelola dengan baik oleh orang-orang profesional yang kaya pengalaman.

Hal serupa diungkap ketua idEA Ignatius Untung. Ia menilai pengunduran diri Nadiem tidak memengaruhi dinamika bisnis Gojek ke depannya. Sebab, Ignatius meyakini Gojek sudah tidak terlalu memiliki ketergantungan terhadap sosok Nadiem.

(eks)