Protes Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Gojek Ancam Demo

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 17:50 WIB
Protes Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Gojek Ancam Demo Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) yang berada di bawah Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) memprotes eks CEO Gojek Nadiem Makarim yang mengaku ditunjuk untuk menjabat sebagai menteri di pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono mengatakan seluruh ojek online Indonesia siap melakukan demonstrasi di Istana Negara apabila Nadiem dilantik jadi menteri.

"Ojol tidak setuju Nadiem jadi menterinya Jokowi, seluruh Indonesia siap bergerak melakukan upaya penolakan," ujar Igun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/10).


Igun meminta agar Presiden Joko Widodo meninjau ulang kapasitas Nadiem yang akan ditunjuk sebagai menteri. Pasalnya jutaan mitra pengemudi Gojek masih belum sejahtera karena pendapatan yang tidak sesuai dengan harapan.

"Kami harapkan Presiden Jokowi juga harus dapat perhatikan hal ini, jangan sampai kinerja menterinya terganggu di tengah jalan karena masih adanya ketidakpuasan dari para mitra yang menimbulkan gejolak sehingga fokus untuk membangun Negara menjadi terganggu," kata Igun.

Igun mengatakan agar Jokowi tak hanya melihat Gojek dari segi valuasi yang telah meraih status decacorn. Baginya, Jokowi juga harus melihat kesejahteraan mitra pengemudi.

"Jangan sampai berbanding terbalik antara kesejahteraan mitra yang masih jauh dari sejahtera berbanding valuasi yang triliunan rupiah, yang nantinya akan dinilai sebagai pemimpin korporasi kapitalis oleh para mitranya," katanya.

Igun juga mengingatkan Nadiem masih bertanggung jawab terhadap Gojek meski akan diangkat menjadi menteri.

Igun mengatakan masih banyak ketidakpuasan dan belum tercapainya kesejahteraan dari para mitra sehingga menimbulkan gejolak.

"Nadiem masih harus tanggung jawab apabila korporasinya melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya merugikan mitranya, maka nama Nadiem dengan jabatan menteri juga akan menjadi sasaran mitranya dalam menuntut perbaikan pendapatan bagi kesejahteraan mitra," kata Igun (jnp/eks)