Nadiem Dipanggil Istana, Pengemudi Gojek Bereaksi

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 16:35 WIB
Nadiem Dipanggil Istana, Pengemudi Gojek Bereaksi Ilustrasi (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mengingatkan eks CEO Gojek Nadiem Makarim masih bertanggung jawab terhadap Gojek meski akan diangkat menjadi menteri.

Anggota Presidium Garda Igun Wicaksono mengatakan masih banyak ketidakpuasan dan belum tercapainya kesejahteraan dari para mitra sehingga menimbulkan gejolak.

"Nadiem masih harus tanggung jawab apabila korporasinya melakukan tindakan-tindakan yang sekiranya merugikan mitranya, maka nama Nadiem dengan jabatan menteri juga akan menjadi sasaran mitranya dalam menuntut perbaikan pendapatan bagi kesejahteraan mitra," kata Igun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/10).


Nadiem menyatakan diminta masuk dalam jajaran menteri dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Di sisi lain, Ketua Aliansi Driver Online (ADO) Christiansen Ferary Wilmar mengatakan pihaknya menyambut baik penunjukan Nadiem sebagai menteri.

"Kami percaya bahwa Menteri yang dipilih oleh Presiden RI adalah yang terbaik," katanya.

Sementara bagi Igun, Nadiem harus tetap bertanggung jawab untuk menyejahterakan para mitra yang disebut berkontribusi terhadap nilai valuasi decacorn yang diraih Gojek.

"Nadiem tidak bisa lepas tangan begitu saja, apabila sudah resmi menjadi menteri, Nadiem Makarim harus makin perhatikan kebijakan-kebijakan korporasi Gojek yang jangan sampai menimbulkan gejolak dari mitra-mitranya," kata Igun.

Pasalnya, Igun mengatakan secara struktural, Nadiem memang bisa mundur sebagai CEO. Akan tetapi Nadiem tetaplah Nadiem yang mendirikan dan memegang saham di Gojek.

"Jadi sudah melekat Nadiem dengan Gojek," ujarnya.

Besarnya nama Nadiem dan Gojek disebut Igun merupakan kontribusi dari para mitra. Nadiem dianggap harus tetap memperhatikan kesejahteraanpara mitra yang notabene juga merupakan masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan saat ini masih banyak gejolak yang timbul dari berbagai daerah di Indonesia karena oleh para penurunan skema dan insentif bagi para mitra. Hal ini berakibat pada penurunan jumlah pendapatan mitra.

"Besarnya namanya Nadiem Makarim dan korporasi Gojeknya adalah dari hasil jerih payah, keringat dan taruhan nyawa dari para mitranya selama dari Gojek dirintis hingga menjadi Start Up Decacorn dengan valuasi ratusan triliun rupiah," katanya. (jnp/eks)