'Narsistik' Rover NASA Saat Kumpulkan Sampel Batuan di Mars

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 03:55 WIB
'Narsistik' Rover NASA Saat Kumpulkan Sampel Batuan di Mars Selfie rover Curiosity di permukaan Mars. (Foto: NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan sebuah foto selfie rover Curiosity saat menjalankan misi menjelajahi Mars. Foto selfie kali ini merupakan yang kedua kalinya bagi Curiosity ketika mengumpulkan sampel bebatuan.

'Narsistik' ala rover Curiosity ini dilakukan pada 11 Oktober 2019. Sebanyak 57 foto diabadikan di beberapa titik lokasi persinggahan Curiosity.

Beberapa lokasi tersebut masuk dalam wilayah yang dinamakan 'Glen Etive' dan area Bukit Vera Rubin serta Kawah Gale yang hanya berjarak 300 meter.


NASA mengungkapkan seluruh foto diambil menggunakan Mars Hand Lens Imager (MALHI) yang diletakkan di lengan rover.

Curiosity diketahui melakukan pengeboran bebatuan dan mengumpulkan batuan berbentuk bubuk di ketiga lokasi tersebut. Bahkan di titik 'Glen Etive', rover ini melakukan dua kali pengeboran untuk mengumpulkan sampel agar bisa dibawa ke Bumi.

Peneliti utama laboratorium portabel Goddard Space Flight Center NASA, Paul Mahaffy mengatakan pihaknya akan melakukan uji kimia basah di lokasi yang 'cukup menarik'.

"Kami sangat ingin menemukan area yang cukup menarik untuk melakukan uji kimia basah. Sekarang kita berada di unit bantalan tanah dan kami penasaran untuk melihat apa yang bisa dipelajari dari lokasi baru itu (Glen Etive)," ungkap Mahaffy seperti dilansir CNN.

Seluruh sampel yang dikumpulkan kemudian disimpan dalam wadah penyimpanan bernama Sample Analysis at Mars (SAM). Sampel ini kemudian akan dipanaskan menggunakan sebuah cangkir untuk menguji kandungan gas,

Gas inilah yang nantinya akan dipelajari untuk mengetahui kandungan kimia serta sejarah asal-usul Mars.

Curiosity diketahui menggunakan 74 cangkir sampel dengan 9 diantaranya siap untuk digunakan untuk eksperimen kimia basah (wet chemistry experiments). Sampel yang telah larut ini dapat dideteksi dari kandungan senyawa organiknya.

Hasil penelitian ini diperkirakan dapat diketahui oleh para peneliti tahun depan. Uji ini juga merupakan uji kimia basah pertama yang dilakukan di Planet Merah. (ndn/evn)