NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Milik Boeing

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 04:44 WIB
NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Milik Boeing Ilustrasi Boeing CST-100. (boeing.mediaroom.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uji coba Peluncuran pesawat ruang angkasa milik Boeing CST-100 Starliner dijadwalkan pada Senin (4/11). Proyek uji coba yang semula tertutup ini akan disiarkan secara langsung dari White Sands Missile Range, New Mexico, Amerika Serikat.

Dilansir dari Engadget, uji coba ini dilakukan untuk menguji kemampuan roket melepaskan diri dari induk roket jika ada kondisi darurat sebelum lepas landas. Hal ini juga dilakukan untuk meyakinkan bahwa masing-masing sistem pada Starliner dapat bekerja secara terpisah maupun bersamaan.

Percobaan yang dijadwalkan selama tiga jam ini akan menguji empat mesin pembatalan peluncuran yang akan menyala selama beberapa detik dan mendorong Starliner dari landasan peluncuran. Starliner akan meluncur hingga mencapai ketinggian kurang dari 1,5 km di atas permukaan tanah.


Administrator NASA Jim Bridenstine melalui Twitter mengatakan penyiaran uji coba ini dilaksanakan atas perintah dirinya.

"Tes abort Starliner akan disiarkan langsung. Transparansi untuk wajib pajak," tulis Bridenstine.



Proyek ini merupakan kerja sama antara Boeing dengan NASA yang termasuk bagian dari Program Kru Komersial (CCP) NASA. Tujuan utamanya untuk menyediakan transportasi aman dan hemat biaya dari dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Starliner didesain untuk mengangkut tujuh orang penumpang dan dapat digunakan ulang hingga 10 kali.

Jika uji ini berhasil, maka selanjutnya roket segera digunakan dalam beberapa bulan ke depan. Dilansir dari Arstechnica, Boeing selanjutnya mempersiapkan tahap akhir uji penerbangan orbital pertama tanpa awak Starliner pada 17 Desember mendatang.

Selain bekerja sama dengan Boeing, NASA juga turut menggandeng SpaceX dalam proyek komersialnya ini.

"Program kru komersial kami selangkah lebih dekat untuk meluncurkan astronot Amerika di roket Amerika dari tanah Amerika," kata Bridenstine dalam sebuah keterangan resmi. (ndn/fea)