Dilansir dari Engadget, uji coba ini dilakukan untuk menguji kemampuan roket melepaskan diri dari induk roket jika ada kondisi darurat sebelum lepas landas. Hal ini juga dilakukan untuk meyakinkan bahwa masing-masing sistem pada Starliner dapat bekerja secara terpisah maupun bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tes abort Starliner akan disiarkan langsung. Transparansi untuk wajib pajak," tulis Bridenstine.
Proyek ini merupakan kerja sama antara Boeing dengan NASA yang termasuk bagian dari Program Kru Komersial (CCP) NASA. Tujuan utamanya untuk menyediakan transportasi aman dan hemat biaya dari dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Starliner didesain untuk mengangkut tujuh orang penumpang dan dapat digunakan ulang hingga 10 kali.
Lihat juga:NASA Akhirnya Kirim Kembali Misi ke ISS |
Selain bekerja sama dengan Boeing, NASA juga turut menggandeng SpaceX dalam proyek komersialnya ini.
"Program kru komersial kami selangkah lebih dekat untuk meluncurkan astronot Amerika di roket Amerika dari tanah Amerika," kata Bridenstine dalam sebuah keterangan resmi. (ndn/fea)