Bantah Johnny Plate, BSSN Akui Tak Bahas Isu Peretas Whatsapp

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 17:25 WIB
Bantah Johnny Plate, BSSN Akui Tak Bahas Isu Peretas Whatsapp Menkominfo Johnny Plate. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut pihaknya tidak membicarakan soal kasus Spyware Pegasus pembobol Whatsapp saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate hari ini (7/11).

Juru Bicara BSSN, Anton Setiyawan mengatakan hanya membahas soal kelanjutan Revisi Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

"Tidak bahas soal spyware Pegasus, bahas regulasi PDP secara menyeluruh," kata dia kepada awak media usai bertemu dengan Menkominfo  di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (7/11).


Lebih lanjut, Anton menyebut untuk Spyware Pegasus bakal dibahas di dalam kajian internal BSSN dan Kemenkominfo.


"Nanti [pembahasan spyware Pegasus] tindak lanjutnya di antara para deputi dan para dirjen," pungkasnya.

Hal ini berbeda dengan klaim Menkominfo Johnny Plate yang sebelumnya mengatakan akan melakukan pertemuan dengan BSSN hari ini untuk membahas soal dampak Spyware Pegasus terhadap para pengguna WhatsApp di Indonesia.

"Hari ini saya ada pertemuan dengan BSSN untuk bahas dampak Spyware Pegasus di Indonesia. Namun sejauh ini belum berdampak ke negara kita," tutur Johnny.

[Gambas:Video CNN]

Johnny menjelaskan Kemenkominfo akan terus bertukar informasi dengan BSSN terkait keberadaan Pegasus di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah serangan Pegasus.

Pegasus merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.

Spyware ini juga bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat SMS. Pegasus biasanya digunakan pemerintah dan badan intelijen.

(din/DAL)