DPR Minta Platform Medsos Lokal Dikembangkan

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 05:00 WIB
DPR Minta Platform Medsos Lokal Dikembangkan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi I DPR RI mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk kembangkan platform pesan singkat hingga media sosial buatan anak bangsa.

Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan menegaskan kehadiran pesan singkat anak bangsa bisa menunjukkan bahwa Indonesia berdaulat secara digital tanpa memiliki ketergantungan dengan aplikasi asing.

"Kami berharap dan selalu suarakan agar kita ini berdaulat secara digital. Kita punya platform sendiri, seperti China punya Baidu, mereka juga gunakan WeChat" kata Junico dalam rapat kerja dengan Menteri Kominfo Johnny G Plate di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/11).


Menurutnya kehadiran platform-platform asing, telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Ia berharap agar kemitraan Kemenkominfo dengan Komisi I bisa melahirkan platform buatan Indonesia.


"Kenapa kita tidak bisa banggakan aplikasi yang jadi kebanggaan orang Indonesia yang bisa digunakan oleh orang Indonesia saja misalnya," kata Nico.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR RI, Meutia Hafid juga setuju agar Kemenkominfo bisa melahirkan platfom-platform anak bangsa yang berpotensi bisa digunakan oleh lebih dari 160 juta pengguna internet di Indonesia.

"Saya rasa itu bisa jadi keberhasilan Kemenkominfo dan Komisi I kalau itu terwujud dan kita bisa dukung supaya lahirnya aplikasi yang bisa gantikan aplikasi yang saat ini ada," kata Meutia.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Dewan TIK Nasional Garuda Sugardo mengatakan Indonesia harus mampu membuat aplikasi pesan singkat. Aplikasi ini diharapkan digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Aplikasi anak bangsa di berbagai negara telah berjaya di rumah sendiri. Sebut saja Line di Jepang, Kakao Talk di Korea Selatan, hingga WeChat di China. Garuda juga mengatakan Presiden Jokowi secara khusus sempat menyinggung soal WhatsApp versi Indonesia.

"Suatu hari diharapkan tidak lama, ke depan Menkominfo bisa endorse implementasi aplikasi messenger yang dibuat dalam negeri terutama digunakan oleh pejabat-pejabat negara," kata Garuda.

(jnp/DAL)