Netizen Serukan #BodohnyaAksiTeror Usai Bom Bunuh Diri Medan

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 19:31 WIB
Netizen Serukan #BodohnyaAksiTeror Usai Bom Bunuh Diri Medan Aksi bom bunuh diri di Medan. (Foto: ATAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB menuai kecaman di media sosial Twitter. Tagar #BodohnyaAksiTeror pun langsung merangsek ke posisi tiga topik terpopuler Twitter.

Seperti cuitan akun @SerambiBuya, dia mengatakan aksi teror hanya untuk orang yang berani mati tetapi tidak siap untuk menjalani hidup.










Sebagian netizen lain mengunggah seruan gambar "STOP SHARED, jangan sebarkan foto & video korban". Sebab, menurut mereka target teroris adalah menyebarkan ketakutan termasuk di media sosial.









Saat ini, identitas pelaku telah dikantongi pihak kepolisian. Pelaku diketahui berinisial RMN alias Dedek. Pria kelahiran Medan, 11 Agustus 1995, ini masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa.


Polisi mendapatkan data bahwa pelaku merupakan warga Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara.

Ledakan sendiri terjadi di dekat kantin Polrestabes serta tempat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Saat itu warga sedang ramai mengurus SKCK sebagai persyaratan seleksi CPNS 2019 yang baru saja dibuka kemarin.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengincar anggota polisi yang baru selesai apel pagi.

[Gambas:Video CNN]

Enam orang menjadi korban dan mengalami luka ringan akibat bom bunuh diri. Enam orang itu yakni empat orang anggota polisi, satu PHL, dan satu masyarakat. Keenam korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Utara.

Menyusul ledakan diduga di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara bahkan Polda Jawa Timur memperketat pengamanan dan melarang ojek online (ojol) untuk masuk. Sebab, pelaku memakai atribut salah satu ojek online.

(din/DAL)