Netizen Kenang Djaduk Ferianto

tim, CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 07:25 WIB
Netizen Kenang Djaduk Ferianto Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen mengenang seniman Djaduk Ferianto yang meninggal, Rabu (13/11). Djaduk meninggal di usia 55 tahun. Djaduk adalah seorang aktor, sutradara, dan musikus.

Kabar tersebut diumumkan oleh sang kakak yang juga seorang seniman, Butet Kertaradjasa. Djaduk memang lahir dari keluarga seniman. Sang ayah, Bagong Kussudiardja dikenal sebagai koreografer dan pelukis.

Sejumlah tokoh ikut menyatakan turut berduka cita atas kepergian seniman senior ini. Akun Fadjoroel Rachman mendoakan agar Djaduk diberikan ketengangan.


Goenawan Mohamad juga turut mengenang saat kebersamaan yang menyenangkan bersama Djaduk. Ia pun mengutip pepatah Jawa, "Urip mung mampir ngombe" (hidup hanya mampir minum air").

 
Cak Imin alias Muhaimin Iskandar juga ikut mengungkap duka.

 

Akun resmi acara Jazz di Yogyakarta, Ngayogjazz, juga turut mengenang pria yang khas dengan janggutnya itu.



Padahal Djaduk dijadwalkan tampil di festival Ngayogjazz 2019 pada 16 November mendatang. Melalui akun Instagram, pihak penyelenggara menyampaikan ucapan selamat jalan untuk salah satu penampil yang paling ditunggu tersebut.



Netizen pun mengungkap duka atas kepulangan Djaduk dan berterimakasih atas semua karya pria ini selama hidup.


Musikalitas Djaduk tak bisa dianggap remeh. Sejak tahun 1997, ia telah melahirkan karya-karya unik melalui kedua kelompok musiknya tersebut. Di antaranya adalah Orkes Sumpeg Nang Ning Nong (1997) dan Ritus Swara (2000) bersama Kua Etnika, serta Parodi Iklan (2000) dan Komedi Putar (2002) bersama Orkes Sinten Remen. Pada 2006, ia pernah merilis lagu rohani bertajuk Dia Sumber Gembiraku.

Teater, juga tak bisa dilepaskan dari Djaduk. Ia telah menyutradarai beberapa pertunjukan teater, selain terlibat di Teater Gandrik. Kadang, di sela kesibukan, ia masih menyempatkan diri mengerjakan ilustrasi musik untuk sinetron di televisi, atau muncul di beberapa film layar lebar seperti dalam 'Petualangan Sherina', 'Koper', 'Jagad X Code', serta 'Cewek Saweran'.



(eks)