Nyinyir Netizen soal Isu Ahok Jadi Bos BUMN

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 19:55 WIB
Nyinyir Netizen soal Isu Ahok Jadi Bos BUMN Ahok diisukan akan jadi bos di BUMN. (adhi wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dikabarkan akan menduduki kursi pimpinan di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Sontak, netizen di Twitter riuh membahas kabar tersebut.

Sebagian dari mereka senang akhirnya Ahok kembali menduduki kursi pemerintahan. Namun, sebagian lagi kecewa karena mantan narapidana kasus penistaan agama itu diperbolehkan untuk menjadi orang nomor satu di sebuah perusahaan.

Seperti yang dicuitkan akun @dillaselanri. Meski belum mengetahui posisi pasti Ahok di BUMN namun dia merasa sangat senang pria yang sekarang ingin dipanggil BTP itu kembali.


"Nonton Youtube beritanya Pak Erik ajak Pak Ahok join di BUMN. Walau belum tahu jabatannya apa tapi senang sekali," cuitnya.







Lain halnya dengan @AminurasyidR, penunjukan Ahok sebagai salah satu Direktur Utama di BUMN, Indonesia dianggap sudah krisis tenaga profesional karena merekrut mantan narapidana.


"Gencarnya penolakan untuk ditunjuk jadi Dewas KPK, setir dibelokkan untuk ditunjuk jadi Dirut salah satu BUMN. Ternyata negara kita ini sudah krisis para professional, mantan terpidana pun dijadikan Dirut sebelumnya Meneg BUMN menyatakan bahwa Sofyan Basir belum tentu jadi Dirut PLN lagi," kata dia.





Sebagian netizen lain malah menduga-duga, di posisi mana Ahok akan ditempatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.



Sebelumnya, Ahok sempat bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir saat bertandang ke kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11) pagi. Ahok mengaku banyak berbicara dengan Erick soal perusahaan BUMN.

Intinya, Erick ingin melibatkan Ahok untuk mengurus satu dari 115 perusahaan pelat merah (jumlah perusahaan BUMN berdasarkan situs resmi BUMN.go.id.

[Gambas:Video CNN]

Saat ini terdapat empat BUMN yang pucuk pimpinannya masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Yaitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero). Dua di antaranya merupakan bank.

Artinya, tersisa dua pucuk pimpinan perusahaan BUMN yang paling berpeluang untuk diduduki oleh Ahok yakni PLN dan Inalum. Ahok sendiri tercatat pernah mendekam di penjara dengan status terpidana kasus penistaan agama pada tahun 2017.




(din/DAL)