Dioksin, Racun 'Mematikan' yang Muncul dari Limbah Plastik

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 13:43 WIB
Dioksin, Racun 'Mematikan' yang Muncul dari Limbah Plastik Ilustrasi limbah plastik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti polimer di Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Witta Kartika Restu mengungkapkan tak menutup kemungkinan pembakaran limbah plastik yang tak sempurna menjadi penyebab munculnya senyawa berbahaya dioksin dalam sampel telur di dua desa di Jawa Timur.

"Berbagai jenis plastik kalau tidak mau menghasilkan polusi maka harus dibakar dalam suhu yang tinggi, tapi kalau suhunya rendah kemungkinan ada senyawa dioksin yang akan terbakar," ujar Witta seperti dilaporkan Antara, Senin (18/11).

Berdasarkan penelitian International Pollutants Elimination Network (IPEN), kandungan bahan kimia atau racun dioksin terparah tercatat ditemukan di dekat pabrik-pabrik tahu yang membakar plastik untuk bahan bakar di Desa Tropodo, Jawa Timur.


Witta menekankan praktik tersebut bisa saja menjadi salah satu penyebab lahirnya kandungan racun dioksin akibat proses pembakaran yang tidak sempurna plastik.


Senada dengan Witta, peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Muhammad Reza Cordova mengatakan pembakaran plastik untuk bahan bakar industri dapat membahayakan lingkungan jika dilakukan tidak sempurna dan melepaskan zat berbahaya lain yang menempel pada mikroplastik.

"Plastik itu sifatnya unik, ketika plastik sudah masuk ke alam bisa menjadi media pembawa bahan pencemar lain. Ketika plastik sudah bercampur limbah, kita tidak pernah tahu limbahnya apakah domestik atau termasuk limbah berbahaya, apalagi sudah lama seperti yang diimpor bisa berbulan-bulan sampai ke Indonesia, itu ada kemungkinan menempel," kata Muhammad.

Muhammad menambahkan, meski belum ada penelitian yang menguji secara pasti tingkat bahaya mikroplastik dan dampaknya terhadap tubuh, tapi sifat unik tersebut bisa membuatnya mengandung zat lain, seperti ftalat atau dioksin yang terbukti memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

Mikroplastik menurut asalnya memang ada dua jenis, yang diproduksi sebagai mikroplastik, seperti microbeads pada kosmetik dan yang kedua adalah hasil degradasi dari plastik besar yang mungkin terdegradasi oleh cahaya matahari atau gelombang laut akhirnya menjadi mikroplastik, seperti yang ditemukan di biota laut.

Sebelumnya, IPEN mengungkap adanya senyawa berbahaya dioksin dalam sampel telur di dua desa di Jawa Timur.

Kandungan dioksin yang ditemukan di sampel telur ayam kampung di desa Bangun, Kabupaten Mojokerto dan Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, itu 70 kali lebih tinggi dari standar keselamatan yang ditetapkan badan kesehatan pangan Eropa yaitu European Food Safety Authority (EFSA).

Kandungan dioksin itu menurut uji laboratorium merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah hasil temuan di Vietnam akibat paparan bahan senjata kimia agen oranye yang digunakan Amerika Serikat saat perang Vietnam pada 1960-an.

Dioksin sendiri jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker, merusak sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan.

(antara/DAL)