Cara Spesial Driver Grab Tunarungu Pahami Pelanggan

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 24/11/2019 10:34 WIB
Mitra pengemudi GrabCar penyandang tunarungu punya cara khusus untuk tetap bisa berkomunikasi dengan pelanggannya, yakni dengan bahasa isyarat sederhana. Ilustrasi Grab. (Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Driver Grab difabel beberapa kali menerima pembatalan order karena pelanggan Grab tak tahu caranya untuk berkomunikasi. Padahal sebenarnya pelanggan tak perlu khawatir. Sebab ada cara unik yang bisa dilakukan tanpa harus bereaksi berlebihan.

Salah satunya Ivan Octa Putra, mitra pengemudi GrabCar penyandang tunarungu yang punya cara khusus untuk tetap lancar berkomunikasi dengan pelanggannya.

Pria lulusan Desain Komunikasi Visual UNIKOM Bandung itu mengaku punya cara sendiri untuk bisa berkomunikasi dengan pelanggan. salah satunya dengan memasang gambar isyarat dalam kendaraan.


"Saya pernah melihat seperti di Malaysia, saya adopsi ke bahasa Indonesia. Ada gambar isyarat tulisan 'halo, terima kasih, dan sama-sama'" ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Jika penumpang duduk di kursi belakang, cukup dengan memberikan perhatian.

"Kalau penumpang mau manggil saya, sentuh pundak saya. Atau saya mengarahkan spion di depan saya ke arah penumpang untuk melihat wajahnya di belakang. Jadi nanti bisa tunjukin arah ke mana penumpang mau," ujarnya.

Namun jika penumpang duduk di kursi depan, Ivan akan memberi tahu untuk bicara saja dengan suara dan kecepatan normal. Dengan cara itu, Ivan masih bisa mendengar meski sangat pelan maupun membaca gerak bibir penumpang.

Selain menjadi driver Grab, Ivan juga bekerja sebagai fotografer, videografer, dan salah satu anggota organisasi kepemudaan Gerkatin, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Jawa Barat.

"Saya wakil sekretaris juga sebagai guru peserta dengar di Bandung," katanya.

Ivan mengaku bisa menyelesaikan 18 trip dalam sehari. Saat ini trip-nya bahkan sudah bertambah hingga 19 setiap hari. Ivan mengaku menikmati pekerjaannya.

Dirinya berpesan kepada teman-teman tuli agar menjadikan ini sebagai motivasi. Menurutnya, orang-orang seperti dirinya harus bisa menunjukkan kemampuan. Meski dengan kemampuan dan minat berbeda, setiap orang bisa saja meraih cita-cita.

"Harus PD, berani, dan harus berjuang kita bangga sehingga kelak SDM tuli bertambah (kemampuan) banyak yang tampil," ujarnya. (fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK