Salah satunya Ivan Octa Putra, mitra pengemudi GrabCar penyandang tunarungu yang punya cara khusus untuk tetap lancar berkomunikasi dengan pelanggannya.
Pria lulusan Desain Komunikasi Visual UNIKOM Bandung itu mengaku punya cara sendiri untuk bisa berkomunikasi dengan pelanggan. salah satunya dengan memasang gambar isyarat dalam kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika penumpang duduk di kursi belakang, cukup dengan memberikan perhatian.
Namun jika penumpang duduk di kursi depan, Ivan akan memberi tahu untuk bicara saja dengan suara dan kecepatan normal. Dengan cara itu, Ivan masih bisa mendengar meski sangat pelan maupun membaca gerak bibir penumpang.
Selain menjadi driver Grab, Ivan juga bekerja sebagai fotografer, videografer, dan salah satu anggota organisasi kepemudaan Gerkatin, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia Jawa Barat.
"Saya wakil sekretaris juga sebagai guru peserta dengar di Bandung," katanya.
Ivan mengaku bisa menyelesaikan 18 trip dalam sehari. Saat ini trip-nya bahkan sudah bertambah hingga 19 setiap hari. Ivan mengaku menikmati pekerjaannya.
Dirinya berpesan kepada teman-teman tuli agar menjadikan ini sebagai motivasi. Menurutnya, orang-orang seperti dirinya harus bisa menunjukkan kemampuan. Meski dengan kemampuan dan minat berbeda, setiap orang bisa saja meraih cita-cita.
"Harus PD, berani, dan harus berjuang kita bangga sehingga kelak SDM tuli bertambah (kemampuan) banyak yang tampil," ujarnya. (fef)