Facebook Kembangkan Aplikasi Pengenal Wajah Khusus Karyawan

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 18:50 WIB
Facebook Kembangkan Aplikasi Pengenal Wajah Khusus Karyawan Logo Facebook. (Facebook).
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook dikabarkan sedang mengembangkan aplikasi internal yang dapat digunakan karyawan untuk mengindentifikasi rekan kerja hanya dengan menggunakan kamera ponsel. Aplikasi ini memanfaatkan fitur pengenalan wajah.

Dilansir dari laporan Business Insider, aplikasi buatan perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut telah dikembangkan antara tahun 2015 dan 2016. Namun aplikasi tersebut masih belum dirilis secara publik.

Berdasarkan laporan tersebut, wajah seseorang dapat dikenali secara mudah dengan memanfaatkan aplikasi ini. Karyawan yang menggunakannya hanya perlu menunjukkan ponsel mereka pada wajah orang lain dan berbagai informasi pribadi seperti nama atau foto profil Facebook individu tersebut akan muncul.


Dalam sebuah keterangan pada CNET, juru bicara Facebook menyangkal bahwa aplikasi yang sedang dikembangkan tersebut dapat mengindentifikasi pengguna Facebook. Melainkan hanya karyawan yang dapat menggunakan fitur tersebut.


"Aplikasi yang dijelaskan di sini hanya tersedia untuk karyawan Facebook, dan hanya bisa mengenali karyawan dan teman-teman mereka yang telah mengaktifkan pengenalan wajah tersebut," kata juru bicara Facebook.

Penggunaan teknologi pengenalan wajah ini sebelumnya pernah membuat Facebook tersangkut kasus keamanan privasi beberapa waktu yang lalu.

Fitur tag memungkinkan pengguna Facebook untuk menandai foto orang lain yang dikenali oleh pengenalan wajah. Pada 2015, Facebook kemudian digugat karena dianggap telah melanggar undang-undang privasi biometrik di negara bagian Illinois, Amerika Serikat.

Bila sebelumnya pengguna tak dapat mengubah pengaturan otomatis tersebut, kini Facebook telah memberikan opsi bagi pengguna untuk menonaktifkannya. Pengembangan aplikasi terbaru ini sangat memungkinkan bagi Facebook untuk kembali menghadapi persoalan keamanan privasi.

[Gambas:Video CNN] (ndn/lav)