Kisah Petugas Damkar yang Kerja Sambilan Jadi Driver GrabBike

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 18:38 WIB
Kisah Petugas Damkar yang Kerja Sambilan Jadi Driver GrabBike Ilustrasi Grab Indonesia. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tamsil (33) merupakan petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Makassar. Namun pendapatannya tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Terlebih sejak berpisah dengan istrinya enam tahun lalu, Tamsil harus membesarkan kedua putrinya seorang diri.

Tak mau melewatkan peluang, Tamsil lantas memutuskan bergabung menjadi mitra GrabBike untuk mendapat penghasilan tambahan. Mulanya, dia bergabung karena ajakan teman seprofesinya yang lebih dulu menjadi mitra GrabBike.

"Saya ada keluarga, orang tua, dan dua orang anak yang perlu dibiayai. Akhirnya saya coba (gabung dengan Grab) dan pendapatan dari Grab ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang bisa disimpan buat tabungan," ujar Tamsil melalui keterangannya, Jumat (15/11).


Bekerja sebagai mitra GrabBike tidak mengganggu pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran. Sehari-hari Tamsil kerja piket selama 24 jam, setelah itu mendapatkan jatah libur dua hari. Di waktu itulah Tamsil manfaatkan bekerja sebagai driver GrabBike.

"Saya mulai narik setelah lepas jaga, sekitar pukul 9 atau 10 pagi. Di hari berikutnya saya mulai setelah salat Subuh sampai sore. Sebelum salat Maghrib saya sudah harus di rumah. Saya sendiri tidak terlalu berpacu pada target, yang penting ada penghasilan dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Meski baru 9 bulan menjadi mitra Grab, Tamsil merasa sangat terbantu. Dia mengaku, tiga bulan pertama, ia sudah mampu mencicil motor sendiri.

"Saya bergabung dengan Grab sejak Januari 2019. Jadi awalnya itu saya daftar dan jalankan Grab ini menggunakan motor orang tua. Berselang tiga bulan, Alhamdulillah saya sudah bisa cicil motor sendiri dan daftar ulang dengan motor saya sendiri," ujarnya.

Jauh sebelum bergabung di Grab, dia mengaku selalu meminjam uang kepada keluarganya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Namun, setelah bergabung di Grab, justru dirinyalah yang sering membantu keluarga.

"Jadi merasa terbantu sekali dengan pekerjaan ini. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak saya. Dukungan dari keluarga sebagai seorang pengemudi GrabBike sangat positif. Keluarga pun tentu bangga, saya mampu menyeimbangkan pekerjaan sebagai petugas damkar dan pengemudi GrabBike serta tetap mengutamakan anak-anak dan keluarga," ungkapnya.

Dia berharap, Grab bisa terus hadir untuk masyarakat Indonesia pada umumnya. Berbagai kemudahan didapatkan dalam satu aplikasi.

"Saya akan selalu bergabung sebagai pengemudi karena memang penghasilannya sangat menunjang. Selagi kita giat dan rajin, penghasilan pun akan menjanjikan. Dan saya juga akan tetap menjadi petugas pemadam kebakaran karena ini adalah salah satu pekerjaan mulia bagi saya," tutupnya. (fef)