Grab mencatat saat ini terdapat 500 mitra pengemudi tuli yang tersebar di Asia Tenggara. Ditargetkan, jumlah tersebut bakal terus bertambah tahun depan.
Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan inisiatif "Mendobrak Sunyi" memberikan kesempatan bagi teman tuli atau penyandang keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada September 2019, Grab telah memperbaharui program yang sudah berjalan di Malaysia dan Thailand. Dia mengatakan, inti dari misi 'Grab for Good' adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, bisa merasakan manfaat dari ekonomi digital.
"Kami sangat bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkul kami ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, merchant (GrabFood) atau mitra pengiriman barang. Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua," ujar Bambang.
Salah satu mitra Grab tuli asal Bandung Al Kautsar Wirawan mengaku sempat kesulitan mendapat pekerjaan karena keterbatasan yang dimilikinya. Namun Grab memberikannya kesempatan dan akses untuk mendapatkan penghasilan melalui platform Grab.
"Saya diberhentikan oleh perusahaan tempat saya bekerja karena masalah pendengaran. Menemukan kesempatan kerja baru sangatlah sulit, sampai saya menemukan Grab. Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan senang melihat Grab terus berupaya untuk meningkatkan pengalaman berkendara kami melalui platformnya." (fef)