Omzet Berlipat Usaha Kuliner Piscok Abi karena GrabFood

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 08:57 WIB
Omzet Berlipat Usaha Kuliner Piscok Abi karena GrabFood Ilustrasi Gofood. G(Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Merintis bisnis hingga meraih kesuksesan bukanlah perkara gampang. Proses yang dilalui pun tidak instan. Dalam perjalanan memulai bisnis, tentu harus mengorbankan sejumlah hal, mulai tenaga, pikiran, dan yang tak kalah penting adalah modal.

Salah satu pemilik jajanan Pisang Cokelat (Piscok) Super asal Makassar, M. Abi Rafli Syarif (22) menceritakan tentang upayanya membangun bisnis. Ia membuka gerai Pisang Cokelat perdananya pada tahun 2017 silam dengan menjual jam tangan kesayangannya seharga Rp500 ribu.

Gerai pertama Abi dibuka di kompleks rumahnya. Semua dikerjakan sendiri, mulai dari produksi hingga pengantaran produk sampai ke tangan pelanggan. Awalnya, Abi hanya memasarkan Piscok Super melalui media sosial.

Abi berprinsip, untuk menjadi pebisnis sukses, faktor yang terpenting adalah eksekusi, tak hanya sebatas teori.

"Banyak orang yang pintar secara teori, ingin memulai bisnis, tapi terlalu banyak kalkulasinya, terlalu banyak hitung-hitungannya akhirnya melupakan realisasinya. Padahal dalam bisnis, yang penting itu bukan hitungan matematis, tapi aksi nyata," ujarnya, Makassar, Kamis (21/11).

Ide Abi berbisnis kuliner berbahan dasar pisang, muncul dengan melihat kecenderungan masyarakat di Makassar yang menjadikan pisang sebagai penganan khas saat berkumpul bersama keluarga maupun teman. Penganan tradisional dari bahan utama pisang juga hampir selalu ada pada setiap hajatan suku Bugis Makassar.

"Dari situ saya melihat peluang, kenapa tidak saya olah pisang ini lebih modern dengan menambahkan varian rasa yang bisa diterima semua kalangan, mulai bawah, menengah, atas, juga dapat diterima segala usia, dari anak-anak hingga dewasa," ujarnya.

Hambatan tak berhenti sampai di situ. Saat bisnisnya mulai dikenal luas, Abi mulai kewalahan melayani pesanan. Hanya mengandalkan pengantaran manual, ia mengaku sangat kerepotan meladeni chat pelanggan melalui media sosial pribadinya.

Abi lalu memutuskan untuk bergabung dengan GrabFood. Sejak saat itu, semua layanan dirasanya sangat mudah. Mulai dari daftar menu, keterangan promo hingga harga, sudah lengkap di GrabFood. Lokasi gerai Piscok Super yang berada di kompleks kecil pun, mampu ditemukan dengan mudah oleh driver Grab.

"Sangat dimudahkan dengan hadirnya GrabFood ini. Tak repot lagi membalas satu per satu chat dari pelanggan. Secara tidak langsung juga mengiklankan produk saya di fitur GrabFood juga, jadi lebih dikenal banyak orang. Dari situ juga saya selalu berinovasi agar pelanggan tak bosan untuk selalu memesan Piscok Super," tuturnya.

Abi merupakan satu dari lima juta wirausahawan mikro yang tergabung dalam ekosistem Grab di Indonesia. Selain omzetnya meningkat hingga 50 persen, pekerjaannya dalam urusan pengantaran produk lebih efisien dengan GrabFood.


(fef)