Gandeng Komunitas, Grab Perluas Peluang Kerja Difabel

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 10:32 WIB
Gandeng Komunitas, Grab Perluas Peluang Kerja Difabel Ilustrasi Grab Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Merayakan Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia memperluas kerja sama dengan komunitas difabel. Kedua komunitas tersebut yakni Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), organisasi yang memayungi beragam asosiasi sosial disabilitas di Indonesia dan Jangkau, sebuah platform online nirlaba yang mengumpulkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak yang memerlukan.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan.

Selain itu, menjangkau lebih banyak komunitas disabilitas di Indonesia dan menghadirkan mobilitas tanpa batas memastikan kualitas layanan mitra pengemudi tuli, menjangkau berbagai komunitas disabilitas, kerja sama untuk donasi melalui GrabRewards.


Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka. Itulah yang menggerakkan Grab untuk melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman Tuli.

"Hal ini telah membuka mata kami pada kenyataan pahit bahwa terdapat banyak tantangan yang nyata bagi para penyandang disabilitas di Indonesia untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan. Di Grab, kami berkomitmen untuk terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerkatin sebagai mitra asosiasi teman Tuli nasional, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman Tuli dan komunitas disabilitas lain dengan lebih baik," ujar Neneng melalui keterangannya, Jakarta, Selasa (3/12).

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril mengatakan pihaknya mengapresiasi Grab yang telah merangkul penyandang disabilitas ke dalam platform mereka dengan memberi kesempatan bergabung sebagai mitra dan dengan mendukung kampanye donasi di GrabRewards.

"Kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah masih dihadapi di Indonesia. Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja karena kurangnya materi komunikasi nonverbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu, tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif. Kami percaya ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan toleran," ujar Gufroni. (fef)