Teknologi eSIM pada iPhone Bisa 'Gonta-ganti' Nomor HP

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 08:12 WIB
Teknologi eSIM pada iPhone Bisa 'Gonta-ganti' Nomor HP iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max resmi dijual di pasar Indonesia pada hari ini, Jumat (6/12). (Foto: Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- iPhone 11, 11 Pro, dan 11 Pro Max resmi dijual di pasar Indonesia pada pekan lalu telah mengusung teknologi dual SIM.

Teknologi dual SIM sebenarnya bukan hal baru bagi iPhone. Seri iPhone X menjadi iPhone pertama yang mendukung fungsi dual SIM ini. iPhone X diluncurkan pada tahun lalu.

"iPhone 11 hadir dengan Nano SIM Card 1 slot, dan bisa eSim," kata Director of Marketing and Communications PT Erajaya Swasembada, Djatmiko Wardoyo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/12).


Patut dicatat, dual SIM ini memiliki kombinasi eSIM (embedded SIM) dan nano-SIM. e-SIM sudah menghilangkan bentuk fisik kartu SIM. Jadi operator yang ingin digunakan harus mendukung standar eSIM.

Jika belum mendukung, maka sama saja hanya bisa menggunakan satu nomor. Sebagai informasi, eSIM adalah SIM digital yang menghilangkan bentuk fisik kartu SIM.

Namun, di Indonesia eSIM masih merupakan teknologi yang baru, adalah Smartfren yang telah siap melayani permintaan eSIM.

eSIM tidak memerlukan kartu SIM fisik. eSIM adalah cip yang sudah tertanam di iPhone. Informasi dalam cip ini bisa ditulis ulang sehingga kita bisa mengganti nomor eSIM dari satu operator dengan operator lain.

Pengamat gadget dari Gatorade, Lucky Sebastian mengatakan skema kombinasi yang sama tetap akan dimasukkan khusus untuk pasar China, Hong Kong, dan Makau.


Lantas mengapa ada perlakukan khusus untuk tiga pasar tersebut? Menurut Lucky, hal itu dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasar yang terus merosot.

"China ini kelihatannya masyarakat senang dengan dual nano SIM. Apple ini strateginya harus bertahan di China karena sekarang menurun terus, padahal pasar di sana penting," kata Lucky kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Lucky mengatakan masyarakat China masih senang menggunakan kartu SIM fisik daripada eSIM. Oleh karena itu, Apple berusaha untuk mengikuti kemauan pasar China.

"Mereka mau tidak mau harus ikut, selain kebijakan pemerintah ya harus ikut kemauan konsumen di sana supaya menarik. Jadi mereka berusaha memberikan dual nano SIM," ujarnya.

Lucky mengatakan padahal penggunaan eSIM sudah umum di Amerika. Bahkan lebih umum dibandingkan penggunaan SIM fisik. (jnp/mik)