Operator Harus Bangun Infrastruktur Telko di 5 Lokasi Wisata

CNN Indonesia | Jumat, 27/12/2019 11:18 WIB
Operator Harus Bangun Infrastruktur Telko di 5 Lokasi Wisata Lokasi wisata prioritas. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendorong para operator telekomunikasi untuk segera menyelesaikan infrastruktur telekomunikasi di lima lokasi wisata prioritas.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebutkan infrastruktur telekomunikasi yang dimaksud salah satunya ialah memperluas gelaran fiber optik. Hal itu perlu dilakukan guna menyokong lima lokasi wisata super prioritas yang dicanangkan pemerintah.

"Menyampaikan kepada perusahaan seluler bahwa lima destinasi super prioritas Pak Joko Widodo itu sungguh-sungguh dan akan diimplementasikan secara besar-besaran tahun 2020. Maka infrastruktur telekomunikasi dan informatika juga harus berbarengan," ujar Johnny kepada awak media.


Selain memperluas persebaran fiber optik, Johnny juga mengimbau operator untuk menggunakan satelit agar mobile broadband memiliki kecepatan internet yang lebih cepat. Fix broadband dan mobile broadband itu, kata Johnny, telah disediakan oleh Kemenkominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas dan Informasi).


"Fix broadband dan mobile broadband telah disediakan pemerintah oleh Kominfo melalui BAKTI untuk mulai juga digunakan oleh perusahaan seluler. Kami mengajak mereka untuk tidak menunggu, tetapi langsung melanjutkan gelaran fiber optik," pungkas Johnny.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengisyaratkan akan 'bakar uang' untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Di sisi lain, Jokowi mengingatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama untuk memanfaatkan anggaran agar tepat sasaran.

Kementerian Pariwisata mendapat tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp6,35 triliun pada September 2019. Anggaran itu akan digunakan untuk empat destinasi super prioritas.


Pengembangan wisata di Danau Toba akan mendapat tambahan dana sebesar Rp2,2 triliun, Borobudur Rp2,1 triliun, Mandalika Rp1,9 triliun, dan Labuan Bajo Rp300 miliar.

Namun demikian, ia mengingatkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama untuk memanfaatkan anggaran agar tepat sasaran.

"Kalau negara lain dananya 10, Menteri Pariwisata (Wishnutama) minta 20, saya beri, tapi harus tepat sasaran," ujar Jokowi pada 28 November lalu.

[Gambas:Video CNN] (din/lav)