Jakarta Hujan Lebat, BPPT Terus Lakukan Modifikasi Cuaca

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 19:25 WIB
Jakarta Hujan Lebat, BPPT Terus Lakukan Modifikasi Cuaca Ilustrasi hujan lebat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan pihaknya terus menyiagakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menanggapi prakiraan hujan lebat berpotensi banjir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah DKI Jakarta.

Operasi TMC ini dilakukan sejak 3 Januari 2020. Operasi rekayasa cuaca ini melibatkan BMKG, BPPT, dan TNI AU.

"Operasi TMC tanggal tiga terus berlanjut dalam operasi ini kita mengupayakan agar tetap dengan misi menurunkan hujan. Kalau target Jabodetabek, [kami] akan turunkan hujan di perairan yang di luar target," ujar Kepala BPPT, Hammam Riza kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).


BMKG merilis status siaga potensi genangan atau banjir pada 24 sampai 25 Januari berbasis dampak hujan lebat. BMKG mengatakan wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat berada di status siaga.


Hammam menjelaskan operasi TMC dilakukan berdasarkan dinamika cuaca yang didapat dari BMKG maupun LAPAN. Ia mengatakan TMC melakukan misi (sortie) sesuai dengan kebutuhan.

Hammam mengatakan pihaknya terus menyiagakan Tim Operasi TMC di posko Operasi yang berlokasi di Landasan Udara Halim.

"Ada hari kita tidak terbang karena cuaca baik, tapi ada hari di mana kita harus melaksanakan sortie penerbangan pada saat kita berpotensi mendapatkan hujan lebat," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Dihubungi terpisah, Kepala Balai Besar TMC BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan pihaknya hari ini mengirimkan dua sortie untuk mengurangi curah hujan di Jakarta.

"Operasi TMC terus dilaksanakan, ada dua sortie," ujar Tri.

Sesuai dengan prakiraan BMKG, Jakarta pada hari ini (24/1) dilanda hujan lebat. Beberapa wilayah di Jakarta juga tergenang luapan air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah per pukul 12.00 WIB, Jumat (24/1). Kepala BPBD DKI Subejo menyatakan Underpass Gandhi terendam hingga 2,5 meter.

Data awal BPBD DKI ada 17 titik genangan dan banjir di Jakarta. Pada pukul 12.00 WIB data ini bertambah hingga 54 titik dengan berbagai ketinggian dari 10 cm hingga 250 cm.

(jnp/DAL)