Hampir Seperempat Penduduk Bumi Pengguna Aktif Whatsapp

CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 15:08 WIB
Hampir Seperempat Penduduk Bumi Pengguna Aktif Whatsapp Ilustrasi WhatsApp. (iStock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan pesan instan populer, Whatsapp mengumumkan bahwa layanannya telah digunakan lebih dari dua miliar pengguna dari seluruh dunia, sejak pertama kali diluncurkan pada November 2009.

Itu artinya, hampir seperempat penduduk bumi kini menggunakan Whatsapp. Mengutip Worldometers, penduduk bumi hingga hari ini sudah menembus angka 7,76 miliar. Lima negara dengan penduduk terbesar yang pertama adalah China. Menyusul di bawahnya India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Pakistan.

"Kami sangat senang untuk membagikan bahwa Whatsapp mendukung lebih dari dua miliar pengguna di seluruh dunia. Kita tahu bahwa semakin banyak kita terhubung, maka makin banyak pula yang harus kita lindungi," tulis juru bicara WhatsApp melalui blog resmi mereka.


Perusahaan yang diakuisisi Facebook ini pun menyinggung soal enkripsi. Whatsapp memastikan bahwa setiap pesan pribadi yang dikirim menggunakan platform-nya diamankan dengan enkripsi ujung ke ujung.

Enkripsi itu kata Whatsapp bertindak seperti kunci digital yang tidak dapat dipecahkan. Artinya, sistem ini dapat menjaga informasi yang ada di dalam platform untuk melindungi pengguna dari peretas.


Whatsapp pun mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah membaca atau bahkan mendengarkan setiap panggilan antar pengguna.

"Pesan hanya disimpan di ponsel Anda dan tidak seorang pun dapat membaca pesan atau mendengarkan panggilan Anda, bahkan kami pun tidak," kata juru bicara Whatsapp.

"Enkripsi yang kuat adalah keharusan dalam kehidupan modern. Untuk perlindungan yang lebih banyak lagi, kami bekerja dengan para pakar keamanan, menggunakan teknologi terkemuka untuk menghentikan penyalahgunaan dan cara untuk melaporkan masalah," lanjut dia.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, CEO Whatsapp Will Cathcart menyebut pihaknya tengah melakukan diskusi mendalam terkait integrasi antara Whatsapp dan Facebook seperti dilansir The Verge.

Namun, jika wacana integrasi jadi dilakukan, Cathcart mengatakan akan ada keterbatasan terutama di beberapa fitur pada Messenger yang tidak bisa diterjemahkan ke dalam Whatsapp.

Sebelumnya, rencana Facebook Inc untuk mengintegrasikan Instagram dan Whatsapp dinilai dapat menghambat upaya untuk 'memecah' raksasa media sosial tersebut.

Ketua Komisi Perdagangan Federal Joseph Simons mengatakan semua opsi ada di meja karena FTC menyelidiki Facebook untuk kemungkinan pelanggaran antimonopoli. Simons menambahkan bahwa segala upaya dari Mark Zuckerberg untuk menggabungkan tiga merek utama perusahaan media sosial itu dapat memperumit kasus apa pun.

"Jika mereka mempertahankan struktur dan infrastruktur bisnis yang terpisah, akan jauh lebih mudah untuk memiliki divestasi dalam keadaan tersebut daripada di mana mereka sepenuhnya terjerat dan semua telur diacak," kata Simons, Senin (19/8).

(din/DAL)