Facebook Tunda Rilis Aplikasi Kencan Online Mirip Tinder

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 06:35 WIB
Facebook Tunda Rilis Aplikasi Kencan Online Mirip Tinder Ilustrasi aplikasi kencan online. (Istockphoto/Feverpitched)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan media sosial populer, Facebook mengumumkan pihaknya akan menunda peluncuran aplikasi kencan online mereka di Eropa yang direncanakan akan diperkenalan pada Hari Valentine (Hari Kasih Sayang) pada Jumat (14/2) karena masalah privasi.

Sebab, para pejabat dan regulator data Irlandia berpendapat bahwa mereka belum bisa memberikan penilaian perlindungan data yang ditawarkan layanan kencan Facebook.

Buntut dari permasalahan itu, sejumlah regulator melakukan inspeksi dadakan ke kantor Facebook yang ada di Irlandia untuk mengumpulkan dokumen terkait bagaimana perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Park, California ini melindungi data pribadi penggunanya.


Apalagi, negara yang terkenal dengan Daratan Zamrud-nya ini sudah mengimplikasikan aturan Perlindungan Data Pribadi yang telah berlaku sejak tahun 2018.

"Untuk mempercepat pengadaan dokumentasi yang relevan [terkait perlindungan data pribadi], staf Komisi Perlindungan Data Irlandia [DPC] telah menggeledah kantor Facebook," kata Wakil Komisaris dan Kepala Komunikasi DPC, Graham Doyle kepada CNN.


Lebih lanjut kata Doyle, tim DPC telah melakukan penyelidikan mendalam terhadap Facebook dan sejumlah anak perusahaannya.

Jika terbukti melanggar undang-undang perlindungan data pribadi Eropa (GDPR), maka Facebook bakal didenda sebanyak 4 persen dari total pendapatan global perusahaan.

Aplikasi layanan kencan Facebook sebelumnya telah tersedia di negara asalnya, Amerika Serikat dan 20 negara lainnya seperti Kanada, Brazil, dan Singapura.

Layanan ini dikabarkan dapat digunakan oleh pengguna Facebook maupun Instagram. Facebook akan menyarankan dengan profil lain yang cocok dengan preferensi yang telah dipilih sebelumnya, mirip Tinder.

[Gambas:Video CNN]

Pengguna layanan ini nantinya dapat mengintegrasikan pengikut Instagram-nya dengan profil kencan. Selain itu, pengguna juga dapat menandai pengguna lainnya lewat fitur 'Secret Crush'.

Jika saling menandai, Facebook akan memberi tahu keduanya saling tertarik.

Sebetulnya Facebook telah menawarkan panduan keamanan bagi pengguna yang mendaftar diri pada layanan kencan tersebut. Salah satunya, layanan ini hanya diperbolehkan bagi pengguna dengan usia 18 tahun ke atas.

Meskipun profil kencan terpisah dari kedua aplikasi, datanya tetap digunakan untuk mengidentifikasi kecocokan 'Secret Crush'. Pengguna hanya bisa menandai pada 9 temannya.

(din/DAL)