Meneropong Masa Depan Google di SEOCON 2020

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 18:53 WIB
Meneropong Masa Depan Google di SEOCON 2020 Sesi konferensi pers di SEOCON 2020 di The Kasablanka, Jakarta, pada Rabu (26/1).(Dok. SEOCON 2020)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google disebut akan memprioritaskan situs yang memiliki konten yang relevan dengan audiens di laman pencariannya ketimbang yang hanya menyuntikkan keywords, serta mendahulukan situs yang memudahkan pengguna dalam mengakses.

Hal ini menjadi salah satu topik yang dibahas oleh Jonathan Alderson, praktisi SEO (Search Engine Optimization) dalam acara SEOCON 2020 yang digelar 26-27 Februari di Kota Kasablanka, Jakarta. Jono yang berasal dari Yoast membawakan materi dengan tema "What Happens When Everybody's Website is Fixed".

Jonathan juga mengatakan produk berkualitas adalah kunci bagi brand untuk memenangkan pertarungan jangka panjang di laman pencarian.


"71 persen konsumen memulai perjalanan mereka dengan menggunakan peramban untuk menemukan produk dan jasa baru," kata Jonathan. "Karena itulah penting untuk membaca apa yang ingin Google lakukan."

Google juga disebut Jonathan perlahan berubah menjadi "web-apps" (situs dengan user experience seperti aplikasi) dengan memberikan konten yang kaya pada laman pencarian, dan bukan hanya akan mengarahkan pengguna pada situs-situs lain.

Hal ini terlihat dari berbagai fitur Google saat ini, seperti memberikan snippet (penggalan artikel) di bagian atas pencarian, atau potongan Wikipedia di sebelah kanan, sehingga pengguna tidak perlu lagi keluar dari Google dan masuk ke situs lain.

Selain Jonathan, berbagai pakar SEO juga membagikan materi di SEOCON 2020 antara lain Neil Patel (CrazyEgg, UberSuggest, KISSmetrics, Neil Patel Digital) yang membawakan "The Future of SEO in This Region", serta Jon Earnshaw (Owner, Global CTO, dan Co-Founder dari Pi Datametrics & Intelligent Positioning) yang menyuguhkan tema "How to remove content conflict from your site, to win in SEO".

Pada hari pertama SEOCON 2020, para pemateri memberikan penjelasan mengenai SEO di bidangnya masing-masing, sementara pada hari kedua para peserta mengikuti 12 workshop gratis.

Salah satu sesi yang paling diincar oleh peserta adalah yang diberikan Neil Patel. Meski hanya melalui teleconference, peserta mengantre untuk bertanya secara jarak jauh pada pria yang jadi salah satu blogger paling berpengaruh di dunia digital marketing.

Sementara itu, Jon dari Pi Datametrics mengungkapkan alasan merek-merek paling terkenal di dunia, yang juga memiliki tim SEO terbaik, gagal menembus halaman satu Google.

Ia mengatakan hal ini dikarenakan terdapat konten-konten di dalam satu situs yang "berkonflik" satu sama lain, memperebutkan satu tema dan keyword yang sama.

"Kebanyakan brand hanya mempublikasikan konten-konten, lalu mereka meninggalkannya begitu saja dan tidak memperhatikan potensi konflik satu dengan lainnya," ujar Jon.

(vws)