Ada 196 Hoaks, Salah Satunya Jackie Chan Kena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 08:42 WIB
Ada 196 Hoaks, Salah Satunya Jackie Chan Kena Corona Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFP
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis setidaknya ada 17 konten negatif hoaks dan disinformasi terkait virus corona novel (SARS-Cov-2).

Artinya, mesin pengais konten negatif milik Kemenkominfo telah berhasil menjaring 196 konten hoaks dan disinformasi sejak bulan Januari lalu.

Di antara 196 konten itu, kabar yang menyebutkan pemeran utama film Harry Potter yaitu Daniel Radcliffe dan aktor lawas asal China, Jackie Chan positif terjangkit virus corona.


Berikut daftar hoaks yang diterima CNNIndonesia.com:

1. Daniel Radcliffe dan Jackie Chan Positif Virus Corona

Beredar unggahan di media sosial Twitter oleh akun yang mengatasnamakan 'media internasional' yang menyebutkan bahwa Daniel Radcliffe positif terjangkit virus corona.

Faktanya, akun yang mengunggah berita tersebut bukanlah akun resmi melainkan akun palsu. Akun tersebut memakai logo media terkait dan menautkan link yang saat diklik akan menuju ke sebuah situs yang sudah tidak aktif sejak 2017.

Pemeran atau aktor utama film Harry Potter itu pun membantah kabar tersebut, yang menyebutkan bahwa aktornya terjangkit virus corona.

Sementara itu, beredar kabar aktor laga legendaris asal China yaitu Jackie Chan tengah menjalani masa karantina karena positif virus corona.

Faktanya, melalui akun Instagram pribadinya, Chan membantah bahwa dirinya dikarantina. Chan memastikan bahwa ia dalam keadaan sehat.

"Terima kasih atas perhatian semua orang! Saya aman dan kuat, dan sangat sehat. Tolong jangan khawatir, saya tidak dalam karantina. Saya harap semua orang juga selalu aman dan sehat," kata Chan lewat  akun @jackiechan.


2. Karyawan Meninggal karena Corona, Nokia Sterilisasi Kantornya di Menara Mulia

Beredar sebuah pesan berantai di layanan pesan instan WhatsApp yang berisi rencana disinfeksi di kantor Nokia yaitu Gedung Mulia, Jakarta Selatan. Disinfeksi mesti dilakukan setelah seorang karyawan Nokia meninggal karena virus corona, yang dimaksudkan dalam pesan tersebut meninggal dengan kondisi demam dan muntah.

Faktanya, pihak Nokia memberikan klarifikasi. Perusahaan asal Finlandia itu membantah bahwa salah satu karyawan yang meninggal karena terjangkit virus corona.

3. Takut Corona, Warga Tiongkok Berebut Al-Quran untuk Dipelajari

Beredar sebuah video di Facebook yang memperlihatkan kerumunan orang yang sedang berebut sebuah buku. Narasinya disebutkan warga China berebut Al-Quran dan ingin mempelajari karena takut virus corona.

Faktanya, video itu tak terkait dengan virus corona tetapi warga China yang baru mendapatkan Alkitab.

4. Pasien RSUD Sukadana Suspect Corona

Sebuah pesan berantai di WhatsApp tersebar ke media sosial yang berisi adanya pasien suspect corona di RSUD Sukadana.

Dalam pesan tersebut dijelaskan seorang mahasiswa asal Lampung Timur yang baru pulang dari China mengalami gejala penyakit mirip corona.

Faktanya, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur dr. Nanang Salman Saleh mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. Hasil pemeriksaan rontgen dan laboratorium menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut didiagnosa menderita TBC dan demam berdarah.

[Gambas:Video CNN]

5. Imbauan Antisipasi Rampok di Tengah Wabah Virus Corona

Beredar informasi yang berisi imbauan agar waspada terhadap perampokan bermodus petugas kebersihan yang mendatangi rumah warga dengan alasan program pemerintah untuk menyemprotkan kuman agar steril.

Faktannya, tim AIS Kemenkominfo mengatakan pesan berantai itu diduga berasal dari sumber yang tidak terverifikasi.

6. Ramalan Tahun 2016 Terkait Virus Corona

Beredar unggahan di Facebook yang dibuat tahun 2016 berisi ramalan bahwa awal tahun 2020 akan ada virus dari China dan menyerang hampir sepertiga manusia di Bumi.

Faktanya, postingan tersebut dibuat dengan sengaja seolah-olah konten tersebut sudah lama dibuat sebelum terjadi wabah virus corona.

7. Guru di Mentari International School Diduga Terjangkit Virus Corona

Beredar tangkapan layar dari tayangan berita yang menyiarkan bahwa Mentari International School (MIS) meliburkan para siswa dan guru karena diduga ada yang terjangkit virus corona.

Faktanya, Kepala Sekolah Mentari International School (MIS) A. Songky Widya Ananta mengatakan informasi tersebut tidak benar. Informasi yang menyebutkan bahwa sekolah diliburkan selama empat hari dilakukan untuk pembersihan dan disinfeksi.

8. Pesan Berantai Berisi Pencegahan Virus Corona yang Mengatasnamakan UNICEF

Beredar pesan yang mengatasnamakan UNICEF terkait tips bagaimana mencegah virus corona dan dibagikan secara masif ke sejumlah media sosial.

Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Situs web thequint.com dengan judul artikel "Message on Coronavirus (COVID-19) Neither From UNICEF Nor Accurate" dijelaskan bahwa pesan itu bukan berasal dari UNICEF, diduga dari sumber yang tidak terverifikasi.

(din/DAL)