Melongok Peta Pergerakan Pasien Corona di Jakarta ala Anies

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 09:09 WIB
DKI Jakarta membuat peta yang bisa menunjukkan pergerakan warga DKI yang telah dinyatakan positif virus corona Covid-19 oleh rumah sakit. Ilustrasi virus corona. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membuat peta yang bisa menunjukkan pergerakan warga DKI yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 oleh rumah sakit. Peta yang dibuat atas instruksi Gubernur Anies Baswedan tersebut saat ini bisa diakses pada website https://corona.jakarta.go.id/peta.
 
DKI menamai peta tersebut dengan nama 'Peta Kronologis dan Perkembangan Kasus Covid-19'. Terdapat keterangan tidak semua kasus yang ditampilkan dalam peta tersebut. DKI mengatakan peta itu hanya untuk memudahkan visualisasi.
 
Kasus yang dipilih, dalam keterangan DKI adalah representative dan detik terkait pribadi atau personal yang dinyatakan positif tidak ditampilkan untuk publik.
 
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, DKI bakal langsung menampilkan garis beragam warna yang menunjukkan pergerakan para kasus sebelum dirujuk ke RS. Namun, publik bisa memilah kasus mana saja hendak diketahui pergerakannya pada layer khusus yang ada di sebelah kanan peta.
 
Betul jeda sepersekian detik bagi publik yang hendak mengetahui satu per satu kronologi para kasus positif. Misalnya saat memilih Kasus 1, peta itu memberi informasi bahwa orang tersebut sempat kontak dengan WN Jepang di Paloma Bistro.

Selanjutnya, kasus 1 pulang ke rumahnya di kawasan Depok dengan mengalami gejala sakit. Setelah itu, kasus 1 menuju RS Mitra Keluarga Depok untuk berobat dengan gejala, batuk, pilek, mual, dan bronchopneumonia.
 
Setelah berobat di RS Mitra Keluarga Depok, kasus 1 diketahui bergerak ke RS Sulianto Suroso. Namun, tidak ada keterangan medis. Hanya ada status bahwa kasus 1 negatif SARS-CoV-2 (Covid-19).
 
Meski tidak begitu rinci, adanya peta peta tersebut memudahkan publik mengetahui lokasi mana yang perlu diantisipasi agar tidak tertular. Selain lewat peta itu, keberadaan peta sebaran kasus Covid-19 milik DKI juga memudahkan untuk mengetahui kawasan mana di DKI yang terdapat kasus Covid-19.

Sejauh ini, selain DKI, Pemprov Jawa Barat juga telah membuat peta pergerakan para warganya yang terinfeksi Covid-10 lewat aplikasi bernama Pikobar. 


Pemprov Jabar juga sebelumnya lewat website https://pikobar.jabarprov.go.id/#/ menampilkan peta sebaran guna memberi informasi kepada warganya. Peta sebaran milik Jabar cukup spesifik karena menginformasikan status, usia, desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga keterangan. 
 
Sedangkan Jawa tengah juga terpantau belum membuat peta seperti DKI. Bahkan, peta sebaran buatan anak buah Ganjar Pranowo itu hanya menampilkan data per kabupaten atau kota. Tidak ada informasi spesifik per kasus.

[Gambas:Video CNN]

Adapun Daerah Istimewa Yogyakarta terbilang sama dengan Jabar. Peta sebaran milik provinsi itu tampak menampilkan lokasi orang yang dinyatakan positif, pasien dalam pemantauan, dan orang dalam pemantauan.
 
Ketika kursor diarahkan ke setiap titik, peta milik DIY akan menampilkan informasi status, usia, jenis kelamin, kecamatan, kabupaten/kota, dan kewarganegaraan. Seperti Jateng dan Jabar, DIY tidak memberi informasi secara pasti dirujuk kemana orang yang terdata di peta itu.
 
Sama halnya dengan DIY, Pemkot Bogor juga belum membuat peta pergerakan para warganya yang dipantau atau positif Covid-19. Namun, Pemkot Bogor menyajikan data rinci mulai status, jenis kelamin, hingga kondisi pemantauan di peta miliknya.
 
Peta sebaran milik Pemkot Bogor juga bisa dipilih berdasarkan wilayah agar lebih spesifik mengetahui jumlah di kawasan yang dipilih.

(jps/DAL)